JAGA KETAT : Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan selama bulan Ramadan, Polresta Magelang menjaga 34 gereja di Kota Magelang dengan personel bersenjata lengkap. (Humas Polresta Magelang for JP Radar Kedu)
JAGA KETAT : Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan selama bulan Ramadan, Polresta Magelang menjaga 34 gereja di Kota Magelang dengan personel bersenjata lengkap. (Humas Polresta Magelang for JP Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Beberapa kasus bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya membuat Kepolisian Resor Magelang Kota meningkatkan kewaspadaan. Polisi menjaga 34 gereja yang ada di Kota Magelang dengan menempatkan personel bersenjata lengkap.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Senin (21/5) kemarin menuturkan, kewaspadaan dilakukan dengan penjagaan ketat di semua gereja di wilayah hukum Polres Magelang Kota. Terutama saat terdapat aktivitas peribadatan, akhir pekan lalu. Pengamanan tersebut bekerja sama dengan pengamanan internal gereja dan anggota TNI.

“Kita laksanakan giat penjagaan ketat di semua gereja yang ada di Kota Magelang. Kita sangat serius berupaya mencegah aksi terorisme dengan sasaran gereja dan jangan sampai terjadi di Magelang,” kata Kristanto.

Pihaknya sengaja mengerahkan para personel untuk menjaga gereja pada saat para jemaat beribadah di dalamnya dengan persenjataan lengkap disertai body system antipeluru.

“Tujuannya mengantisipasi teroris dan agar masyarakat yang beribadah aman, nyaman, merasa terlindungi serta tidak takut. Ini upaya yang bisa kami lakukan untuk saudara-saudara kita yang tengah melaksanakan ibadah di gereja,” tandasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan melapor ke aparat jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. Kristanto juga mengingatkan kepada jemaat yang hendak beribadah di gereja, agar hanya membawa Alkitab saja, identitas diri, dan uang secukupnya.

“Apabila ada yang membawa tas berukuran besar, kami periksa demi keamanan. Kami harap para jemaat bisa memahami hal ini,” tutur Kristanto.

Kasubag Humas Polres Magelang Kota, AKP Esti Wardiani menambahkan, jumlah gereja yang dijaga sekitar 34 yang tersebar di 17 kelurahan. Setiap gereja, menurut Esti, dijaga sekitar 2-4 personel. Sedangkan untuk gereja dengan jumlah jemaat banyak, dijaga oleh 6-8 personel. Esti menjelaskan, selain menjaga gereja, fasilitas umum seperti SPBU, dan kantor bank juga dijaga.

“Kami harap warga tidak perlu takut dan khawatir. Tujuan kita sama, yakni menjamin rasa aman kepada seluruh masyarakat Kota Magelang, khususnya dalam melaksanakan peribadatan,” pungkas Esti. (had/lis)