33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

Polisi Bersenjata Lengkap Jaga 34 Gereja

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Beberapa kasus bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya membuat Kepolisian Resor Magelang Kota meningkatkan kewaspadaan. Polisi menjaga 34 gereja yang ada di Kota Magelang dengan menempatkan personel bersenjata lengkap.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Senin (21/5) kemarin menuturkan, kewaspadaan dilakukan dengan penjagaan ketat di semua gereja di wilayah hukum Polres Magelang Kota. Terutama saat terdapat aktivitas peribadatan, akhir pekan lalu. Pengamanan tersebut bekerja sama dengan pengamanan internal gereja dan anggota TNI.

“Kita laksanakan giat penjagaan ketat di semua gereja yang ada di Kota Magelang. Kita sangat serius berupaya mencegah aksi terorisme dengan sasaran gereja dan jangan sampai terjadi di Magelang,” kata Kristanto.

Pihaknya sengaja mengerahkan para personel untuk menjaga gereja pada saat para jemaat beribadah di dalamnya dengan persenjataan lengkap disertai body system antipeluru.

“Tujuannya mengantisipasi teroris dan agar masyarakat yang beribadah aman, nyaman, merasa terlindungi serta tidak takut. Ini upaya yang bisa kami lakukan untuk saudara-saudara kita yang tengah melaksanakan ibadah di gereja,” tandasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan melapor ke aparat jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. Kristanto juga mengingatkan kepada jemaat yang hendak beribadah di gereja, agar hanya membawa Alkitab saja, identitas diri, dan uang secukupnya.

“Apabila ada yang membawa tas berukuran besar, kami periksa demi keamanan. Kami harap para jemaat bisa memahami hal ini,” tutur Kristanto.

Kasubag Humas Polres Magelang Kota, AKP Esti Wardiani menambahkan, jumlah gereja yang dijaga sekitar 34 yang tersebar di 17 kelurahan. Setiap gereja, menurut Esti, dijaga sekitar 2-4 personel. Sedangkan untuk gereja dengan jumlah jemaat banyak, dijaga oleh 6-8 personel. Esti menjelaskan, selain menjaga gereja, fasilitas umum seperti SPBU, dan kantor bank juga dijaga.

“Kami harap warga tidak perlu takut dan khawatir. Tujuan kita sama, yakni menjamin rasa aman kepada seluruh masyarakat Kota Magelang, khususnya dalam melaksanakan peribadatan,” pungkas Esti. (had/lis)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

SMP Selalu Ranking, Kini Hanya Bisa Duduk di Rumah

Wahyu Tri Pujiati, 18, remaja asal Dukuh Diwek, Desa Kaliputih, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, hanya bisa duduk memandangi pelajar SMA yang lalu lalang di depan...

KPK Didesak Bertindak Tegas

SEMARANG - Divisi Korupsi, Politik, dan Anggaran Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Rony Maryanto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani...

Warga – Yayasan Berebut Lahan

SEMARANG - Puluhan warga di wilayah RW V Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Minggu (10/9) melakukan aksi demo di lapangan setempat. Dengan membawa poster dan...

Siapkan Kader Yang Memihak Rakyat

SEMARANG–Menjelang Pilgub 2018, Partai Demokrat mulai memanaskan mesin partainya. Selain itu, penjaringan dari bawah terus dilakukan untuk menyaring kader potensial yang bakal diusung dalam...

Gunakan Waktu Luang di Masjidil Haram

Rangkaian ibadah umrah sesungguhnya hanyalah 3 prosesi, mulai dari thawaf, sa’i, dan tahalul yang dapat kita lakukan paling lama lima jam. Akan tetapi sayang...

Polytron Gelar Roadshow

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Polytron salah satu produk elektronik lokal di Indonesia, bekerjasama dengan Atklanta Elektronik menggelar roadshow di mall Ciputra  hingga 2 Januari 2018....