BANTUAN: Wabup Joko Sutanto menyerahkan bantuan Baznas ke Kasmijan, warga miskin di Desa Gajah, Kecamatan Gajah. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTUAN: Wabup Joko Sutanto menyerahkan bantuan Baznas ke Kasmijan, warga miskin di Desa Gajah, Kecamatan Gajah. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Pemkab Demak terus berupaya mengentaskan kemiskinan didaerahnya. Diantaranya melalui bantuan secara langsung ke warga miskin. Kemarin (21/5) sore misalnya, Wabup Joko Sutanto menyerahkan bantuan yang dihimpun dari Baznas kepada Kasmijan, 62, warga RT 7 RW 3, Desa Gajah, Kecamatan Gajah.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang serba kekurangan secara ekonomi tersebut. Wabup Joko mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemkab Demak terhadap masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

“Kita bantu Mbah Kasmijan ini agar dapat digunakan dengan sebaik baiknya. Kita tahu yang bersangkutan tinggal dirumah sempit ditepi saluran air bersama istrinya. Mudah mudahan, bantuan ini bermanfaat untuk yang bersangkutan. Apalagi, ini bulan Ramadan kita harus banyak beramal,” kata Wabup Joko sebelum melaksanakan program tarawih keliling di Desa Boyolali, Kecamatan Gajah.

Kepala Desa Gajah, Masrukin menambahkan, Kasmijan sudah lama tinggal ditepi jalan dan pinggir saluran air tersebut. “Pak Kasmijan dan istrinya Bu Suyati sudah lama menempati sepetak rumah kecil dan sempit ini. Mereka memang butuh uluran tangan kita semua,” katanya.

Menurutnya, rumah yang dibangun dengan bantuan warga sekitar ini berdiri diatas tanah milik desa.  Untuk meringankan beban hidupnya, pihak pemerintah desa setempat bersama PLN sebelumnya telah membantu memasangkan listrik untuk rumah Kasmijan tersebut. “Biaya bulanan untuk listrik desa yang membayar,” ujar Masrukin.

Kasmijan mengungkapkan, untuk hidup sehari hari, ia berkeliling kampung berjualan ketela. Ketela diangkut dengan sepeda ontel dan ditawarkan ke warga. “Tenaga saya yang makin tua ini sebenarnya sudah tidak kuat. Tapi, demi mempertahankan hidup bersama istri saya, maka sebisanya saya jualan ketela keliling kampung,” katanya.

Istri Kasmijan, Suyati mengatakan, dirinya sudah tidak kuat menjadi buruh tani. “Wis ora kuat nang (sudah tidak kuat),” kata Suyati. Karena itu, Kasmijan dan Suyati pun bersukur karena ada bantuan dari Pemkab Demak tersebut. (hib/sct/bas)