Hormati Jasa Para Veteran

263
PEDULI VETERAN : Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menyapa para veteran Gedung LVRI Ambarawa, kemarin. (Ist)
PEDULI VETERAN : Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menyapa para veteran Gedung LVRI Ambarawa, kemarin. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puluhan veteran pejuang kemerdekaan bertemu dengan Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo. Meski sudah sepuh namun semangat patriotisme terus berkobar di dada mereka. Bahkan ada yang menyatakan siap terjun lagi ke medan peperangan melawan teroris.

Rasiman, salah satu veteran menyatakan dirinya lahir tahun 1927. Semasa muda, ia mengalami perang melawan Belanda dan Jepang. Namun ia tidak bisa menggunakan senapan.

“Perangnya pakai bambu runcing,” kata kakek berpeci hitam itu.

Tak ketinggalan, Suyono Hadiwiyono, 92, juga menceritakan pengalamannya menumpas penjajah. Di akhir ceritanya, ia menyampaikan keprihatinan akan kondisi anak bangsa yang sering berkonflik sendiri.

“Dulu kami memperjuangkan NKRI, mengapa sekarang malah tidak rukun, bahkan ada yang ingin mengganti ideologi,” ujarnya.

Pertemuan dengan Ganjar di Gedung Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Ambarawa berlangsung satu jam. Ganjar mengapresiasi semangat para veteran yang masih berkobar.

“Hari ini Indonesia butuh lagi semangat yang disuntikkan dan digelorakan untuk NKRI. Momentum hari kebangkitan 20 Mei ini menjadi penting untuk menggelorakan lagi semangat menjaga Pancasila dan NKRI,” tegasnya.

Ketua LVRI Ambarawa Untung Sidik mengucapkan terimakasih pada Ganjar. Menurutnya politikus PDI Perjuangan itu adalah satu-satunya gubernur yang menunjukkan kepedulian nyata pada veteran.

“Sudah berapa banyak rumah veteran yang dibangun oleh pak Ganjar. Yang ada di sini saja ada banyak, coba berdiri pak Slamet, pak Kliwon, terus siapa lagi, kami sangat berterimakasih,” katanya.

Berkat kepedulian dalam program bedah rumah veteran, Ganjar mendapat penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia.

Ganjar menambahkan, bedah rumah veteran adalah salah satu cara menghormati jasa para pahlawan bangsa. “Kami tidak bisa menghormati banyak, tapi kalau melihat rumah pejuang reyot, masak negara diam saja,”  katanya. (amh/zal)