Harkitnas, Rumah 2 Veteran Pejuang Kemerdekaan Dibedah

702
BANTU BEDAH RUMAH : Plt Gubernur Jawa Tengah, Drs H Heru Sudjatmoko MSi menyerahkan dana sosial Bank Jateng sebesar Rp 49.713.000 untuk bedah rumah kepada Sueb, salah seorang veteran pejuang kemerdekaan RI. (ISTIMEWA)
BANTU BEDAH RUMAH : Plt Gubernur Jawa Tengah, Drs H Heru Sudjatmoko MSi menyerahkan dana sosial Bank Jateng sebesar Rp 49.713.000 untuk bedah rumah kepada Sueb, salah seorang veteran pejuang kemerdekaan RI. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA-Semangat Sueb mengisahkan pengalamannya berjuang merebut kemerdekaan NKRI bersama rekan sejawat begitu menggebu-gebu. Meski usia veteran pejuang tersebut sudah menginjak 89 tahun, daya ingatnya masih kuat.

Pria yang tinggal di Desa Padamara RT 06/ RW II Kecamatan Padamara itu bercerita, dia turut berjuang saat Agresi Militer Belanda II terjadi di Indonesia pada 1948 silam. Bersenjatakan bambu runcing, Sueb dan para pejuang tak gentar melawan penjajah.

Pria yang memiliki tujuh anak itu bercerita tentang keberanian dan kegigihan Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Tomo dalam mengobarkan semangat perjuangan rakyat. Sueb menuturkan, sebutan “bung” bukan sekedar julukan yang disematkan kepada tiga tokoh pejuang kemerdekaan tersebut.

“Bung itu sebenarnya singkatan berjuang untuk negara. Saya sering mendengar kata-kata itu dari Bung Karno. Pemuda-pemuda saiki kudune semangat berjuang demi keutuhan bangsa,” tegasnya.

Kisah Sueb itu dibenarkan Khasiran, Ketua Markas Cabang Veteran Purbalingga. Dia menyebut, Sueb termasuk salah seorang veteran pejuang yang gigih merebut kemerdekaan sejak 17 Agustus 1945. “Beliau sudah berjuang lama. Pak Sueb ini merupakan veteran pejuang 45 yang aktif merebut kemerdekaan kita mulai 17 Agustus 1945 hingga 27 Desember 1949. Senjatanya cuma bambu runcing,” jelasnya.

Khasiran senang ketika mengetahui Sueb menjadi salah seorang veteran pejuang kemerdekaan RI yang beruntung karena memperoleh dana sosial Bank Jateng sebesar Rp 49.713.000 untuk bedah rumah. Atap bambu rumah Sueb yang semula rapuh kini sudah diganti dengan genteng. Rumah pria yang saat ini mengabdi sebagai guru ngaji itu juga dicat menjadi semakin indah.

Sueb pun bahagia saat Plt Gubernur Jawa Tengah, Drs H Heru Sudjatmoko MSi datang meninjau rehab rumahnya sebagai wujud penghargaan atas jasa veteran pejuang kemerdekaan RI. “Kita melihat bagaimana pemugaran rumah veteran pejuang. Ini sebagai rasa hormat, tanda kasih atau tanda tresna dari pemerintah untuk mereka. Semoga bermanfaat,” ujar Plt Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi kepada Sueb.

Selain meninjau rehab rumah Sueb, Plt Gubernur Heru juga menyambangi rumah Basiran, salah seorang veteran pejuang kemerdekaan RI yang tinggal di Desa Kalikidang RT 01/ RW I Kecamatan Sokaraja. Basiran juga menjadi salah seorang veteran pejuang yang beruntung memperoleh bantuan dana sosial Bank Jateng sebesar Rp 65.998.000 untuk bedah rumah.

Semula rumah Basiran berupa bangunan dari kayu-kayu yang mulai lapuk dan dikelilingi kebun. Kini, tepat di samping rumah lamanya itu, tengah dibangun rumah baru seluas 5×7 meter yang berisi dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Pria berusia 72 tahun tersebut begitu senang memperoleh bantuan sosial rehab rumah. Dia berjanji akan merawat rumah barunya itu secara sungguh-sungguh. Di rumah itu, dia tinggal bersama sang istri dan anak ketiganya.

Basiran memiliki empat orang anak dan enam cucu. Keseharian, Basiran mengumpulkan rezeki sebagai pengayuh becak dan menggarap sawah. “Saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya. Setelah didirikan, (rumah) akan saya rawat sedemikian rupa sampai ke generasi penerus saya. Niki sae sanget. Semoga pemerintah terus memperhatikan orang-orang yang berjuang dahulu,” ujar Basiran.

Sebelumnya, Plt Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dalam Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Purbalingga, Senin (21/5).

Menyadari pentingnya pembangunan SDM, pada butir kelima Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo mencantumkan visi meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pada awal tahun ini, visi itu mendapat penekanan lebih melalui amanat presiden yang menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumberdaya manusia pada 2019. “Tema Harkitnas tahun ini antara lain menggarisbawahi bahwa membangun infrastruktur itu penting. Tapi tidak kalah penting membangun SDM,” urai dia.

Ziarah Makam Tokoh Pendidik

Usai menjadi inspektur upacara, Plt Gubernur berziarah ke makam Tokoh Pendidik Nasional, Prof Dr R Soegarda Poerbakawatja di Desa Prigi Kecamatan Padamara Purbalingga. Kiprah Prof Dr Soegarda dulu antara lain adalah sebagai sekretaris penyelidik pengajaran yang diketuai Ki Hajar Dewantara pada 1949 – 1961, salah satu pendiri Universitas Gadjah Mada (UGM), konseptor pendirian Perguruan Tinggi Pendidikan Guru yang kemudian disebut IKIP, dan pendiri Universitas Cendrawasih di Jayapura. Pada 1977, Prof Dr Soegarda menerima penghargaan dari Presiden Soeharto sebagai  Perintis Pengembangan Pendidikan Tinggi.

Ziarah selajutnya di Pesarean Keboetoh Kecamatan Sokaraja. Tabur bunga dilakukan di makam Prof Angka Projosudirjo, Dr Margono Soekarjo, dan Bupati Purbalingga ke-13 R Mas Kartono

Prof Angka merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran saat berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Pada fase awal pembentukan organisasi, Prof Angka menjabat sebagai bendahara.

Plt Gubernur menuturkan, ziarah di makam pahlawan ini untuk mengenalkan semangat kebangsaan, mengenalkan cita-cita awal kemerdekaan, utamanya pada generasi muda. Di samping itu, memberikan inspirasi pada generasi muda, di tengah kondisi bangsa yang sengsara, para pahlawan bisa bangkit menyatukan tekad untuk merdeka.

“Kita ingin ini jadi inspirasi, terutama bagi generasi muda. Kalau di zaman sengsara, itu saja mereka bisa. Kan banyak tokoh dengan pendidikan yang sangat baik, dia kerja dengan pemerintah kolonial kan sudah makmur. Tapi mau berjuang, mau sengsara karena didorong cita-cita, bukan untuk pribadi, tapi untuk bangsa,” tutupnya. (kom/ida)