Dorong Gerakan Jumat Berbunga di Sekolah

37

”Saya sangat mendukung kebijakan bupati agar Klaten menjadi Kota Bunga Sejuta Warna. Selanjutnya kami memaknai filosofi itu secara mendalam. Menjadikan Klaten harum karena prestasi di berbagai sektor,” jelas Kepala Disdik Klaten, Sunardi usai launching Kota Bunga Sejuta Warna di halaman SMPN 2 Klaten, Rabu (16/5).

Di lingkup disdik, sekolah-sekolah diharapkan mampu mengimplementasikan program tersebut. Melalui gerakan Jumat Berbunga. Setiap Jumat, seluruh warga sekolah diwajibkan melakukan penghijauan dengan menanam bunga di lingkungan masing-masing.

Terkait anggarannya, Sunardi menyebutkan sudah masuk Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Serta meminta para siswa dan guru menganggarkan dana secara swadaya. Tidak sekadar menanam bunga, tetapi juga harus mampu merawatnya.

“Nantinya akan kami bentuk tim monitoring yang memantau setiap sekolah. Bertugas untuk memastikan gerakan Jumat Berbunga berjalan. Termasuk perawatannya,” ucap Sunardi.

Sementara itu, peluncuran program dihadiri Bupati Klaten Sri Mulyani. Ditandai pemotongan pita balon. Dilanjutkan penanaman bungan serentak oleh Forkopinda di halaman SMPN 2 Klaten.

Ketua Panitia Peluncuran Program Kota Bunga Sejuta Warna di lingkungan Disdik, Wiyarta menambahkan, gerakan Jumat Berbunga selama ini sudah berjalan. Melibatkan 1.725 sekolah jenjang TK hingga SMA.

”Peluncuran ini hanya sebagai penegasan saja jika gerakan Jumat Berbunga sudah berjalan. Rata-rata sekolah pakai anggaran swadaya. Murid dan guru membawa bunga dari rumah untuk ditanam di sekolah,” jelas pria yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Klaten ini.

Setiap guru dan murid rata-rata membawa lima bunga hias untuk di tanam disekolah. Jika dihitung, tiap sekolah bisa terkumpul 5.000 bunga khusus jenjang SMP. Diharapkan jumlah bunga yang mencapai ribuan itu juga dirawat hingga menjadi daya tarik tersendiri bagi sekolah masing-masing.

(rs/ren/fer/JPR)

Silakan beri komentar.