DUKUNG PEMBANGUNAN : Penandatanganan kerjasama kredit sindikasi Bank Jateng-Bank Sultra dengan Pemkab Konsel, Senin (21/5) di kantor pusat Bank Jateng Jalan Pemuda Semarang, Senin (21/5). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUKUNG PEMBANGUNAN : Penandatanganan kerjasama kredit sindikasi Bank Jateng-Bank Sultra dengan Pemkab Konsel, Senin (21/5) di kantor pusat Bank Jateng Jalan Pemuda Semarang, Senin (21/5). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Komitmen Bank Jateng mendukung pembangunan infrastruktur dibuktikan dengan menyalurkan pinjaman secara sindikasi bersama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sebesar Rp 200 miliar. Pelaksanaan perjanjian kredit sindikasi Bank Jateng-Bank Sultra kepada Pemkab Konsel ini tercatat menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia. Porsi kredit yang disalurkan Bank Jateng sebesar Rp 150 miliar sementara Bank Sultra Rp 50 miliar.

“Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan hasil maksimal bagi Kabupaten Konawe Selatan, terutama dalam rangka percepatan pembangunan di sana,” ungkap Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno di sela acara penandatanganan kerjasama kredit sindikasi Bank Jateng-Bank Sultra dengan Pemkab Konsel, Senin (21/5) di kantor pusat Bank Jateng, Jalan Pemuda, Semarang. Proses penandatanganan ini dihadiri Dirut Bank Sultra Khaerul K Raden, Bupati Konsel Surunuddin Dangga, Wakil Bupati Konsel Arsalim dan Ketua DPRD Kabupaten Konsel Irham Kalenggi.

Supriyatno menjelaskan, jika kerjasama ini berhasil, maka akan menunjukkan ke pemerintah daerah lain agar mampu menjadi percontohan secara nasional. Selain itu, kerjasama tersebut akan membuktikan jargon BPD sebagai Bank Regional Champion sekaligus agen pembangunan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Sementara itu, Bupati Konsel Surunuddin Dangga mengatakan, kredit yang diperoleh dari kedua bank ini akan digunakan untuk percepatan pelaksanaan pembangunan 7 infratruktur daerah. Proyek tersebut terdiri dari 3 proyek jembatan dan 4 proyek pengaspalan jalan. “Dana ini kami tarik untuk mempercepat pembangunan proyek infrastruktur tersebut agar selesai pada 2019 dari rencana awal 2021. Total dana yang dibutuhkan Rp 244 miliar. Sedangkan Rp 44 miliar dari anggaran Pemkab kami sendiri,” bebernya.

Pengerjaan ketujuh proyek tersebut, sambung Surunuddin, telah dimulai sejak 2017 dan telah tergarap 20 persen. Namun dengan adanya dorongan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pengerjaan proyek strategis yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat, maka pihaknya mengambil strategi mengajukan pinjaman melalui kredit sindikasi BPD. “Strategi yang kami ambil ini juga sudah mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri,” tandasnya. (tsa/ton)