GROPOKAN TIKUS : Puluhan petani dan anggota Koramil 08 Bojong Kodim 710 Pekalongan saat gropyokan tikus di Desa Randukumtiwaren, Bojong, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GROPOKAN TIKUS : Puluhan petani dan anggota Koramil 08 Bojong Kodim 710 Pekalongan saat gropyokan tikus di Desa Randukumtiwaren, Bojong, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Lantaran hama tikus merusak tanaman padi siap panen di Kecamatan Bojong, puluhan petani melakukan gropyokan tikus secara serentak di beberapa lahan persawahan, Minggu (20/5) kemarin. Yakni, petani dari Desa Bojong Wetan, Desa Wangandowo, Desa Duwet dan Desa Randumuktiwaren Kecamatan Bojong, dibantu juga oleh anggota Koramil 8 Bojong Kodim 710 Pekalongan, dan Petugas Penyuluh Lapangan.

Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur Tani, Kecamatan Bojong, Samsudin, mengungkapkan bahwa hama tikus yang merusak tanaman padi di Kecamatan Bojong cukup mengganggu hasil panen sehingga mengalami penurunan hingga 20 persen.

Menurutnya, pihak Gapoktan bersama warga sudah berupaya memberantas hama tikus, mulai gropyokan hingga pemeliharaan burung hantu, namun hasilnya kurang maksimal. “Kami harap dengan adanya gropyokan tikus yang dilakukan rutin dan berkala ini, hama tikus bisa berkurang hingga panen nanti,” ungkap Samsudin.

Samsudin juga mengatakan salah satu ciri tanaman padi yang diserang tikus, tanamannya layu dan busuk terlebih dahulu, tikus menyerang bukan hanya pada saat padi mulai berbuah, namun ketika padi baru berumur beberapa bulan. “Intinya kami sangat geram dengan keberadaan hama tikus yang menganggu,” kata Samsudin.

Sementara itu, anggota Koramil 08 Bojong Kodim 710 Pekalongan, Sertu Sunarko selaku Babinsa menegaskan bahwa pihaknya langsung merespon keluhan petani dan masyarakat atas keberdaan hama tikus yang meresahkan masyakarat di Kecamatan Bojong. “Kami selalu tanggap dengan apa yang menjadi permasalahan di masyarakat kita,” tegas Sertu Sunarko. (thd/ida)