CAGAR BUDAYA: Pembongkaran gedung eks pabrik rokok British American Tobacco (BAT) di Jalan Pengapon Semarang yang diduga dilakukan tanpa izin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CAGAR BUDAYA: Pembongkaran gedung eks pabrik rokok British American Tobacco (BAT) di Jalan Pengapon Semarang yang diduga dilakukan tanpa izin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Seharusnya pembongkaran bangunan cagar budaya dikonsultasikan dulu ke badan perlindungan cagar budaya.”

Agus Riyanto Slamet – Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pembongkaran gedung cagar budaya, eks pabrik rokok British American Tobacco (BAT) di Jalan Pengapon Nomor 47 Semarang terus menjadi sorotan. Komisi B DPRD Kota Semarang menyayangkan pembongkaran gedung tua tersebut. Apalagi tanpa seizin Pemkot Semarang. Ia meminta pemkot tidak melakukan pembiaran.

“Seharusnya pembongkaran bangunan cagar budaya dikonsultasikan dulu ke badan perlindungan cagar budaya,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, Minggu (20/5).

Selain itu, lanjut dia, pemilik bangunan perlu koordinasi dengan Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang. Termasuk dengan Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang. “Mungkin badan ini juga harus ambil sikap,” tandasnya.

Dia meminta Pemkot Semarang mengambil langkah secepat mungkin agar bangunan cagar budaya tersebut bisa diselamatkan. Selain itu, pemilik gedung harus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait.

“Ke depan lebih tertata dan termonitor dengan baik. Khususnya badan pengelola cagar budaya Kota Lama yang dibentuk oleh Pemkot Semarang yang diketuai oleh wakil wali kota,” katanya.

Selama ini, Agus mengakui pengelolaan bangunan cagar budaya di Kota Semarang sangat minim perhatian. Di antaranya, kendala minimnya anggaran untuk merawat bangunan cagar budaya. “Memang butuh waktu lama, kadang-kadang berbenturan aturan pemerintah,” ujarnya.

Kabid Penataan dan Pemanfaatan Gedung, Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Beta Marhendriyanto, mengaku, telah melayangkan Surat Peringatan 1 (SP 1) untuk menghentikan pekerjaan pembongkaran gedung eks pabrik rokok BAT tersebut. “Pembongkaran gedung kuno tersebut tidak seizin Pemkot Semarang. Kami telah mengirim petugas ke lokasi,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya sejauh ini belum menerima perizinan dari pihak pemilik gedung. Namun belakangan ini diketahui adanya pembongkaran gedung. “Status gedung eks pabrik rokok British American Tobacco tersebut masih proses pengkajian. Gedung tersebut belum ditetapkan oleh Wali Kota Semarang sebagai Bangunan Cagar Budaya. Statusnya masih diduga merupakan Bangunan Cagar Budaya,” bebernya.

Mengenai kepemilikan gedung, Beta juga mengaku tidak tahu bahwa gedung  tersebut milik siapa. “Kalau mau melakukan pembangunan apapun kan harus melakukan perizinan. Kalau ada perizinan, nantinya kan diketahui bangunan itu digunakan untuk apa. Sejauh itu kami belum tahu,” katanya.

Gedung BAT tersebut, lanjut dia, tidak termasuk Kawasan Cagar Budaya Kota Lama. Artinya, posisinya berada di luar Kawasan Kota Lama. Meskipun tidak menutup kemungkinan akan masuk dalam kategori heritage. “Dengan demikian, nanti pemiliknya diharapkan akan datang untuk menjelaskan, mau dilakukan seperti apa? Sehingga kami akan meminta perizinannya kan gitu,” ujarnya.

Saat ini, kondisi bangunan sudah dipereteli. Sudah dilaporkan ke Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Pemkot Semarang, tapi terkesan dibiarkan tanpa ada upaya penanganan tindak lanjut. Hal ini memprihatinkan mengingat gedung tersebut secara spesifikasi merupakan bangunan cagar budaya yang harus dirawat dan dilestarikan. Tentu saja boleh dilakukan restorasi sesuai aturan dengan melibatkan arsitek atau ahli cagar budaya, sehingga tidak asal bongkar. (amu/aro)