Bangun Karakter, Guyub Rukun Mbangun Batang, Kreatif dan Inovatif

Setahun Bupati Wihaji-Wakil Bupati Suyono Pimpin Pemkab Batang

590
Bupati Wihaji & Wakil Bupati Suyono (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bupati Wihaji & Wakil Bupati Suyono (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG-Pasangan Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati (Wabup) Suyono, sejak 22 Mei 2017 mendapatkan amanah rakyat Kabupaten Batang untuk memimpin daerah yang memiliki dua kateristik berbeda yaitu maritim dan agraris.

Bupati dan Wabup lebih menitikberatkan pada perubahan mindset atau pola pikir masyarakat, bahwa membangun sebuah daerah tidak bisa hanya bertumpu pada bupati dan wakilnya saja. Tapi harus ada kebersamaan antara pemimpin dan rakyat yang saling mendukung, sehingga tercetus program pembangunan dengan semboyan Guyub Rukun Mbangun Batang. Artinya, bersama-sama dengan damai membangun Batang.

Berangkat dari kebersamaan tersebut, semboyan tersebut dilengkapi menjadi tagline Guyub Rukun Mbangun Batang, Kreatif dan Inovatif. Melalui tagline tersebut, menjadikan semangat gotong royong antara rakyat dan pemerintah untuk selaras seirama, saling bahu membahu membangun Kabupaten Batang lebih sejahtera lagi.

Sebagai bapaknya 800 ribu rakyat Kabupaten Batang, Wihaji dan Suyono sangat care atau peduli, terbukti aspirasinya masyarakat nelayan cantrang diperjuangkanya sampai menghadap presiden. Hasilnya, kini cantrang bisa digunakan sampai batas waktu yang belum ditentukan. 

Begitu juga dengan permasalahan jalan rusak Kecamatan Warungasem, dampak dari pembangunan jalan tol yang dua kali memakan korban jiwa. Bupati dan Wabup langsung meminta janji PT Waskita sebagai pelaksana pembangunan untuk secepatnya melakukan perbaikan. Hasilnya, sehari setelah kejadian, langsung diperbaiki.

Tak hanya rakyat, tapi juga para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diajak menyamakan persepsi dan tujuan, agar program serta visi misinya tercapai selama menjabat.

Program pertama diluncurkan untuk menyamakan persepsi pejabat eselon II dan III Pemkab Batang dengan menggelar bimbingan teknis (Bintek) di alam terbuka di Desa Pranten, kawasan Dataran Tinggi Dieng Kecamatan Bawang. Harapannya, para kepala OPD menjadi tim kerja yang kuat, bersama memajukan pembangunan pariwisata di Batang.

Dalam satu tahun pertama menjabat, Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono telah melaksanakan tiga pokok yang paling mendasar yaitu, meletakkan dasar kebijakan dan arah yang jelas untuk Batang 5 tahun ke depan, mengintrodusir pola pokir (mindset) baru yang kreatif dan inovatif untuk menyelesaikan permasalahan, mengintrodusir mimpi–mimpi besar mencapai kesuksesan.  Tentunya OPD harus cerdas dan mampu merealisasikannya atas dukungan masyarakat dan stakeholder sesuai bidang tugas masing–masing.

Bahkan, melalui program Ngudoroso atau Curhat, selain menyerap aspirasi serta menyampaikan program pembangunan kepada  masyarakat desa, bupati bersama kepala OPD tidur di rumah warga. Program Ngudorso sangat efektif untuk pimpinan daerah dengan masyarakat.

Bersama OPD, pelayanan kantor pindah ke desa. Di antaranya, untuk melayani administrasi kependudukan, pelayanan KB, pelayanan kesehatan dan pelayanan lainnya. Masyarakat pun dihibur dengan karawitan Ngaku Salah yang dipimipin langsung oleh bupati dan pengrawitnya oleh para camat dan kepala OPD.

Kegiatan kunjungan kerja dalam Program Ngudorso sudah berlangsung lima kali. Pertama, di Desa Sangubanyau Kecamatan Bawang, kedua di Desa Bawang Kecamatan Blado, ketiga Desa Manggis Kecmatan Tulis, keempat di Desa Sodang Kecamatan Wonotunggal, dan kelima di Desa Madugowongjati Kecamatan Gringsing.

Untuk mencetak generasi Kabupaten Batang yang memiliki integritas dan budi pekerti, Program Bupati Dan Wakil Bupati Mengajar dilaksanakan setiap satu pekan sekali dari tingkat pendidikan dasar, sekolah menengah pertama yang menjadi kewenangannya.

Di saat mengajar, kedua pemimpin Batang selalu mengajarkan kejujuran, bertanggung jawab dan dapat dipercaya serta konsisten. Memegang teguh prinsip-prinsip kebenaran, etika, dan moral, serta berbuat sesuai dengan perkataan dengan budaya ketimuran.

Terkait peredaran narkoba yang semakin marak dengan berbagai modus dan varian jenis narkoba, Bupati dan Wabup Batang ikut bergerilya mensosialisasikan ke sekolah-sekolah dan maupun berbagai acara pengajian tentang bahayanya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kedua pemimpin daerah ini, dalam setiap kali kesempatan bersama masyarakat selalu menaruh harapan untuk didoakan agara dalam memimpin Kabupaten Batang, bisa menjadi pemimpin yang amanah, serta bisa melayani rakyat yang lebih baik sehingga kesejahteraan rakyat juga meningkat.

Untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia khususnya di bidang  pendidikan, dalam kepemimpinan Bupati Wihaji dan Suyono berhasil bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dengan menghibahkan tanah milik Pemkab Batang seluas 9,5 hektare.

Hibah tanah tersebut untuk pendirian Fakultas Pertanian dan Peternakan Undip yang letaknya di Desa Tumbrep Kecamatan Bandar. Penyerahan Surat Keputusan hibah tanah dilakukan langung oleh Bupati Batang Wihaji kepada Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum pada Kamis 2 Maret 2018. (han/adv/ida)