Trotoar Jalan Sosrokartono Mendesak Diperbaiki

106
RUSAK PARAH: Kondisi trotoar di ruas Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kota, Kudus rusak parah. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)
RUSAK PARAH: Kondisi trotoar di ruas Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kota, Kudus rusak parah. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Kondisi trotoar di sepanjang ruas Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kota, Kudus memprihatinkan. Pasalnya, trotoar rusak parah tidak sedikit susunan paving blok yang hilang. Selain itu, bentuknya sudah bergelombang kerap menjatuhkan pejalan kaki.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kerusakan trotoar juga terlihat di sebelah timur makam yang berada di Jalan Sosrokartono. Disana trotoar tampak sudah bergelombang, beberapa susunan paving blok sudah hilang. Parahnya, juga ada lima lubang yang dibiarkan menganga.

Ketika melihat kedalam lubang bisa melihat saluran gorong – gorong yang berada di bawah trotoar. Jika pejalan kaki yang melintas tidak hati – hati maka bisa terperosok ke dalam lubang. Sehingga pejalan kaki lebih memilih berjalan disamping trotoar dari pada di trotoar.

Seperti yang dilakukan, Ivan, 34, mengaku, khawatir terjatuh dan terperosok jika berjalan di trotoar tersebut. ”Trotoarnya kurang baik. Kalau saya berjalan di atas (Trotoar, red) bisa jatuh. Jadi lewat samping saja jadi tidak khawatir,” ungkap warga asal Desa Sunggingan, Kecamatan Kota, Kudus ini.

Salah satu warga setempat Reni, 58, mengatakan, kurang lebih sudah ada tujuh tahun trotoar di jalan sosrokartono tidak ada perbaikan. ”Mulai 2011 sudah tidak ada perbaikan sampai sekarang,” paparnya.

Padahal, lanjutnya, trotoar sudah banyak yang rusak. Bentukanya sudah bergelombang dan banyak paving yang hilang. ”Bisanya kalau ada anak – anak yang lari di trotoar jatuh karena tersandung paving trotoar yang tidak rata,” bebernya.

Warga Desa Kaliputu, Kota itu juga menyampaikan, selama ini perawatan trotoar hanya dilakukan warga setempat. Dengan membersikan trotoar bahkan ada yang menambalnya.

Hal senada juga disampaikan Rukan, 47, mengatakan, sejak 2011 belum ada perbaikan sampai sekarang. Dia menyayangkan hal itu karena trotoar kerap dimanfaatkan warga untuk jalan kaki.”Kalau diperbaiki jangan seperti trotoar yang Jalan Kota. Karena trotoarnya licin dan terlalu tinggi. Kalau bisa yang tidak licin,” katanya. (ruq/bas)