Perbedaan Jadwal Imsakiyah

137

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr Wb. Romo Kiai Ahmad Izzuddin yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT, beberapa hari yang lalu saya mendapatkan selebaran yang berisi jadwal Imsakiyah. Beberapa hari kemudian, saya juga mendapat selebaran yang sama. Akan tetapi, setelah saya perhatikan, kedua selebaran tersebut saya dapati selelisih menit untuk imsak dan waktu magrib. Mohon tanggapan dan masukan dari Pak Kiai. Terima kasih atas jawabannya. Wassalamualikum Wr. Wb.

Aji Saputra 085848388xxx di Semarang

Jawaban :

Wassalamu’alaikum Warahmatullah  Wabarokatuh, Bapak Aji Saputra yang saya hormati dan juga dimuliakan Allah. Memang, setiap Ramadan beredar jadwal imsakiyah yang menjadi pedoman pelaksanaan ibadah puasa Ramadan agar lebih jelas dan lebih tepat waktunya. Dengan adanya jadwal imsakiyah ini diharapkan waktu ibadah umat Islam bisa tepat waktu.

Jadwal imsakiyah yang berisi waktu imsak, waktu salat subuh, waktu dluha, waktu dzuhur, waktu ashar, waktu maghrib dan waktu isya sesuai dengan daerah masing-masing memang tidak berbeda dengan jadwal waktu salat harian. Hanya saja dalam jadwal imsakiyah terdapat jadwal imsak khusus di bulan Ramadan sebagaimana tradisi Nabi Muhammad SAW melaksanakan waktu imsak sebelum waktu salat subuh.

Untuk waktu  imsak, tujuannya adalah agar orang yang berpuasa dapat menjaga diri dari masuknya waktu subuh. Jarak waktu imsak dengan waktu subuh pada zaman Rasulullah dikadarkan dengan pembacaan 50 ayat yang umum, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Dari sini kemudian ulama memberi tenggang waktu imsak antara 10-15 menit sebelum subuh agar supaya orang yang hendak berpuasa dapat memasuki permulaan puasa dengan tenang dan tidak was-was, mengingat Rasulullah SAW pernah bersabda untuk mengakhirkan waktu sahur dan menyegerakan berbuka.

Sedangkan untuk waktu magrib menjadi riskan apabila ada jadwal yang mendahului waktu maghrib, dikhawatirkan puasa yang kita lakukan hanya kan menjadi sia-sia lantaran kita berbuka belum masuk waktunya. Memang perlu dan harus diperhatikan kehati-hatian untuk menghadapi hal ini.

Perlu diingat, jadwal imsakiyah yang dapat dipertanggungjawabkan adalah jadwal yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang dalam hal ini adalah Kementrian Agama Kabupaten atau Kota dengan Badan Hisab Rukyahnya masing-masing atau lembaga yang ditunjuk sebagai bagian sosialiasi jadwal imsakiyah.

Sebaiknya jangan menggunakan jadwal imsakiyah yang tidak mencantumkan sumber, karena jadwal imsakiyah tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian untuk masalah kevalidan dan keakuratan jadwal imsakiyah yang ada di tangan kita, kiranya perlu dilakukan pencocokan jam yang ada di musala atau masjid yang ada di daerah kita dengan jam waktu Indonesia Barat (WIB) yang berstandar internasional. Terlebih penggunaan handpone yang canggih seperti smartphone untuk zaman sekarang sudah sangatlah mudah. Saya kira tidak sulit untuk melakukan hal ini. Kemudian gunakan jadwal imsakiyah yang tsiqah (terpercaya) sebagai penanda waktu imsak dan buka puasa.

Harapannya, agar waktu imsak dan waktu berbuka puasa dapat seragam dan tidak saling mendahului. Sekian tanggapan dari saya, semoga ibadah puasa kita tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin. Amin. (*/ida)