33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Menguatkan Nilai Anak dengan Tauhid

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

RADARSEMARANG.COM – KASUS kekerasan terhadap anak terus terjadi dan secara kualitas maupun kuantitas terus meningkat. Kasus yang baru saja terjadi dan menjadi headline di semua media massa adalah kekerasan berupa dua kasus bom bunuh diri di Surabaya yang baru saja terjadi. Ini merupakan klimaks dari kekerasan terhadap anak, yang pelakunya adalah orang yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan anak, yaitu orang tuanya sendiri. Kasus ini menjadi  ironi ketika berbagai pihak berbicara mengenai hak anak, perdamaian, dan gerakan anti kekerasan, justru peristiwa-peristiwa kekerasan terhadap anak terus menerus mencuat.

Kondisi ini harus menjadi keprihatinan bersama, karena bagaimanapun anak merupakan pemangku masa depan bangsa. Ungkapan yang menyatakan bahwa Anak merupakan harta yang paling berharga, Anak sebagai anugerah Allah SWT,  Anak sebagai amanah atau titipan dari Allah, merupakan ekspresi mengenai nilai anak yang seharusnya diasuh, diperlakukan dengan benar, karena harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan menentukan arah peradaban manusia pada masa yang akan datang. Apabila anak mengalami berbagai tindak kekerasan, bisa jadi akan muncul fenomena lost generation. Bila ini terjadi, maka malapetaka kemanusiaan tidak dapat dielakkan dan bakal terjadi.

Oleh karena itu, dalam bulan yang penuh rahmah dan maghfiroh ini, sudah semestinya kaum muslimin mengkaji kembali visi kemanusiaan kita berkait dengan nilai anak. Anak sebagai penopang dan penanggung jawab peradaban manusia di masa yang akan datang tidak dapat muncul dengan sendirinya, namun harus dipersiapkan. Anak yang memiliki akhlak yang mulia itu yang menjadi ciri khalifatulloh fil ardl (wakil Allah di muka bumi). Istilah ini berkait dengan peran keselamatan, perdamaian, kesejahteraan, dan kemuliaan yang akan diemban oleh anak ketika menjadi generasi pengganti kelak.

Islam secara tegas menunjukkan di dalam Alquran Surat Lukman ayat 12-19 bahwa pendidikan anak harus memiliki prinsip. Prinsip yang utama adalah tauhid. Ini termuat dalam ayat ke-13 yang artinya Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. Prinsip selanjutnya secara berturut-turut menurut urutan ayat dalam surat tersebut adalah berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua, menghargai amal shalih, mendirikan salat dan mengerjakan amal baik serta mencegah kemungkaran, bersabar, tidak sombong dan angkuh, serta bersuara lembut.

Prinsip pendidikan dalam kerangka pembentukan manusia sebagaimana ditetapkan di dalam Alquran merupakan prinsip yang komprehensif dan holistik. Prinsip pendidikan tersebut mencakup aspek keyakinan akan ketuhanan, ibadah (worship) serta hubungan kemanusiaan, baik secara genealogis maupun sosial. Dengan menetapkan tauhid sebagai prinsip utama, Islam menghendaki bahwa segala prinsip yang lain disinari dengan ruh tauhid. Dengan tauhid sebagai prinsip utama, maka berbuat baik dan berbakti kepada orang tua yang dilakukan oleh anak merupakan upaya berbuat baik dan bakti yang dilandasi tauhid. Demikian pula berbagai aktivitas lainnya.

Dengan mempertimbangkan bahwa basis masyarakat adalah individu, maka tampak jelas bagaimana Islam memulai perubahan itu melalui pendidikan individu. Lahirnya individu-individu unggul dan dididik secara baik pada akhirnya akan bermuara pada pembentukan masyarakat unggul dan berdirinya umat dan bangsa yang ideal. Pembentukan individu seorang anak menjadi tanggung jawab orang tua agar anak menjadi individu yang bermanfaat saat mereka dewasa kelak khirun naas anfa’uhum linnas (Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain).

Peneguhan nilai anak agar menjadi generasi pengganti yang mampu membentuk peradaban yang lebih baik juga dipandu dengan doa, sebagaimana dituntunkan di dalam Alquran Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74). (*/ida)

*) Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Walisongo & Sekretaris Walisongo Mediation Centre Semarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Terkendala Terminal Bayangan 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kebijakan pemindahan Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang dan Penggaron yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang masih menemui banyak kendala. Permasalahan...

Pembangunan Rumah Makan Belum Berizin

MAGELANG - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP) Kota Magelang memastikan pihak pembangun rumah makan di Jalan A Yani, Kedungsari,...

Kembalikan Kejayaan North Region

SEMARANG -  Sejak digulirkan pada musim 2010 lalu, tim-tim basket North Region selalu berhasil mengawinkan gelar juara Honda DBL Central Java Series selama lima...

E-Gamelan Siap Tampil di Unesco

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Elektronik gamelan (E-gamelan) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang siap dipamerkan di hadapan United Nations Educations, Scientific and Cultural Organization (Unesco) di...

Tokoh Lintas Agama Tolak Pelemahan KPK

SEMARANG - Segenap tokoh lintas agama melakukan aksi doa bersama menolak korupsi dalam bentuk apa pun serta pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kelima...

Tangkal Lagu Bojo Galak, Kenalkan Tari Buto Galak

RADARSEMARANG.COM - TK dan SD Agape Inklusi Wonosobo mendidik berbagai anak berkebutuhan khusus, mulai anak down syndrom, autis, hydrosepalus microsepalus, cerebral palsy, disleksia, disgrafia...