Lapak PKL Bantuan Pemkab Mangkrak

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

RADARSEMARANG.COM, GEBOG – Lapak bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang didirikan di sejumlah desa kondisinya memprihatinkan. Salah satu diantaranya yakni yang berada di Desa Besito. Kondisinya tak terurus. Lapak yang seharusnya ditempati pedagang justru mangkrak bahkan sudah ditumbuhi rumput dan tanaman liar.

Kepala Desa Besito, Nur Khosim tak menapik hal tersebut. Menurutnya, bangunan yang dibangun pada 2015 lalu itu sejak awal tidak diminati oleh masyarakat sekitar. Karena letak yang kurang strategis.”Kami sudah mengupayakan menawarkan kepada warga agar menempati tempat tersebut untuk berjualan. Namun tak ada warga yang merespon positif,” ujarnya.

Selain karena alasan lokasi yang kurang strategis, juga karena letaknya yang berada di bawah jalan. Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, lokasi tersebut sekitar 20 cm lebih rendah dibanding jalan raya.”Dulu sempat ada yang menempati bangunan tersebut. Tapi tidak lama, mereka mengeluh karena sepi. Selain itu, juga saat hujan air menggenang. Jadi membuat mereka tidak nyaman,” lanjutnya.

Saat ini ada satu orang yang berdagang di sana. Ia menjual nasi tahu. Meskipun bertempat di sana, ia tidak menempati bangunan. Ia sengaja mendirikan bangunan sendiri di pinggir jalan.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengungkapkan, bangunan bantuan Pemkab tersebut sudah diserahkan kepada pihak desa setempat.”Kami sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak desa setempat. Untuk perawatan dan lain-lain itu menjadi tanggungjawab desa,” katanya.

Menurutnya, pihak desa sangat berperan untuk mengaktifkan fungsi bangunan tersebut. Terbukti dari 23 desa yang memperoleh bantuan tersebut menurutnya banyak yang berhasil dalam pengelolaannya. (daf/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -