Kontrol Belajar Biologi dengan “Progress Excange Card”

106
Oleh: Siti Nurjanah SPd
Oleh: Siti Nurjanah SPd

RADARASEMARANG.COM – BEBRICARA masalah kesulitan belajar memang tidak ada habisnya. Selalu ada saja permasalahan yang ujungnya menghambat penguasaan materi pelajaran. Ketika mengikuti pelajaran siswa ada yang asyik sendiri dengan kegiatannya. Bahkan sering kita mengalami pada saat pelajaran siswa justru mengerjakan tugas pelajaran lain. Jika keadaan ini terjadi, guru harus segera tanggap dan jangan terlambat mengembangkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Suasana pembelajaran seperti ini, bisa saja disebabkan karena cara mengajar guru yang kurang menarik.

Penampilan guru ketika berada di depan kelas adalah kunci perhatian siswa. Guru yang ceria, banyak senyum, penuh perhatian merupakan daya tarik siswa. Guru yang penyayang tetapi tegas, membuat siswa percaya dan yakin akan kemampuannya.Meteri pelajaran yang tidak diminati siswa secara turun-temurun, karena sugestinya sulit. Ada pelajaran tertentu yang sudah mendapat predikat sulit, meski siswa belum mempelajarainya. Seperti pelajaran biologi, siswa sudah ada yang menganggap sulit karena hafalan. Jadi sudah patah semangat sebelum belajar. Tabir seperti ini harus segera diungkap, dikenalkan lagi supaya siswa mengenali yang sebenarnya karena bisa jadi pelajaran biologi adalah mudah baginya.

Kesulitan belajar dengan latar belakang kebiasaan belajar yang salah. Menahan diri untuk menonton televisi dan mendengarkan musik selama masa belajar adalah cara terbaik untuk dilakukan. Kebiasaan mengerjakan tugas rumah bersama teman-temannya belum tentu baik, jadi tetap dalam pengawasan karena yang terjadi bisa hanya ngobrol dan bercerita. Lingkungan belajar juga perlu perhatian serius, jadi terbebas dari kebisingan dan gangguan.

Inovasi-inovasi pembelajaran baru harus terus dikembangkan, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Materipun semakin luas, ini artinya bahwa sebenarnya target penguasaan materi siswa semakin tinggi.

Progress exchange card ini cocok diterapkan guna mengontrol penguasaan materi belajar, dalam kurun waktu tertentu agar terjadi pembiasaan belajar dengan benar. Jika proses pembiasaan belajar sudah terkondisikan dengan baik, maka progress exchage card ini segera dihentikan diganti dengan metode pembelajaran yang sesuai dan menarik.

Sistem kontrol belajar perlu diterapkan untuk mengukur bahwa pembelajaran benar-benar sampai ke siswa secara sempurna. Siswapun akan merasa senang dan nyaman karena yang mengontrol adalah teman sendiri, yang pasti teman ini dianggap paling cocok. Sistem sanksi diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab, karena tanpa sanksi, kegiatan ini tidak akan bisa berjalan dengan baik. Sanksipun harus sudah menjadi kesepakatan berdua disaksikan oleh guru sebagai fasilitator. Bentuk sanksi yang bersifat posistif, bisa berujud makanan sumber energi. Mari kita coba progress exchange card, untuk keberhasilan anak-anak kita di masa depan. Guru terus berinovasi, materi semakin dipahami. (tj3/2/aro)

SMA Negeri 9 Purworejo