Perangi Bullying, Gelar Pelatihan KHA

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Untuk mendukung Salatiga Kota Layak Anak,  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemkot menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) Tahun 2018. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Kalitaman Gedung Setda dibuka oleh kepala DP3A Sri Satuti, belum lama ini.

Sedikitnya 80 peserta dihadirkan dalam pelatihan tersebut. Mereka berasal dari RSUP Ario Wirawan, RSUD Salatiga, RS Dokter Asmir, PKK Kecamatan dan PKK Kelurahan, perwakilan guru tingkat SD dan SMP, dan LSM. Pemateri yang dihadirkan adalah Ady Hartono dari KPK2BGA Provinsi Jawa Tengah dan Derry Fahrizal Ulum dari UNICEF.

Kepala DP3A Sri Satuti dalam sambutannya berharap setiap stakeholder terkait bisa menambah pemahaman terkait konvensi hak anak. “Kami dari DP3A terus berusaha mendorong agar program Salatiga sebagai kota layak anak, salah satunya melalui pelatihan ini. Semoga dengan pengetahuan yang didapatkan dari sini bisa diaplikasikan di instansi bapak ibu semua, serta diinformasikan kepada lingkungan sekitar tentang hak anak standar internasional,” harap mantan Kabag Humas ini.

Salah satu pemateri, Derri Fahrizal Ulum mengupas kenapa anak saling bully. “Lebih dari 5000 anak ditanya saat wawancara, kenapa kok saling bully? Alasan yang mereka berikan adalah balas dendam, saya tidak suka dia, sebagai bahan candaan, dan semua orang melakukan hal itu. Terus siapa saja sebenarnya yang terlibat dalam bullying? Mereka adalah yang melakukan bully, penonton (aktif), penonton pasif, yang dibully, dan pembela,” jelas pemateri dari UNICEF ini. (sas/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -