Penerapan “Kotekari” dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS

170
Oleh: Sutinah SPd
Oleh: Sutinah SPd

RADARSEMARANG.COM – PRESTASI belajar IPS adalah merupakan hasil yang diperoleh atau dicapai oleh seseorang setelah mengalami proses belajar, selain ditunjukkan adanya peningkatan pengetahuan juga sikap dan ketrampilan. Sedangkan aktivitas belajar adalah segala bentuk kegiatan yang mempengaruhi peningkatan pengetahuan, kecakapan, dan ketrampilan dan sikap perubahan pada diri siswa.  Dengan demikian keberhasilan prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh aktivitas siswa selama mengikuti kegiatan belajar. Kendala yang sering dialami pada pembelajan IPS, kesadaran siswa untuk mengembangkan aktivitasnya kurang dan guru juga belum maksimal dalam meningkatkan aktivitas guna meningkatkan prestasi siswa.

Pada umumnya sekarang ini Sekolah Menengah Pertama dalam proses pembelajarannya telah menggunakan Liquid Crystal Display (LCD) yang dapat membantu meningkatkan proses pembelajaran, namun proses pembelajaran IPS kurang maksimal. Dari hasil pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar IPS menunjukkan permasalahan pembelajaran IPS yang terletak pada rendahnya aktivitas dan prestasi belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan pembelajaran aktif model kooperatif teknik kartu arisan “Kotekari”.

Media yang siapkan “Kotekari” adalah membuat kartu (15 X 15 ) sejumlah siswa untuk menulis jawaban dan kartu ukuran 10 x 10 cm untuk menulis soal. Dengan langkah –langkah bentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen ,kertas jawaban dibagikan pada siswa masing- masing satu lembar/kartu, gelas yang berisi gulungan soal dikocok kemudian salah satu yang jatuh dibacakan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban. Apabila jawaban benar, maka siswa dipersilahkan tepuk tangan. Setiap jawaban benar diberi poin satu sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya, dan seterusnya.

Dari hasil pelaksanaan dan pengamatan proses belajar mengajar tersebut menunjukkan dengan diterapkan “Kotekari”, aktivitas dan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan.Terbukti dari hasil pelaksanaan proses pembelajaran siswa kurang aktif meningkat menjadi sangat aktif menunjukkan perubahan yang signifikan, rata-rata nilai IPS hanya 78 dengan diterapkannya  model Kooperatif  Teknik Kartu Arisan nilai IPS siswa mendapatkan peningkatan nilai menjadi 90, hal ini terbukti terjadi peningkatan pengetahuan siswa.

Dalam setiap model pembelajaran pasti ada kekurangan maupun kelebihannya. Kelebihan dari model pembelajaran “Kotekari” ini adalah pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata, siswa akan mempersiapkan diri secara maksimal untuk mendapat giliran. Kekurangan dari model ini adalah tidak semua siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain.

Dari segala kelebihan dan kekurangan model pembelajaran “Kotekari” penulis berharap belajar IPS merupakan pelajaran yang tidak dianggap menjenuhkan. Model pembelajaran ini perupakan pembelajaran yang secara sadar dan sistematis sebagai latihan hidup dari dalam masyarakat, serta setelah menerapkan model pemebelajaran aktif tipe kartu arisan ini bagi guru bidang studi IPS agar dapat mempertimbangkan model “Kotekari” ini sebagai suatu alternative dalam memberikan variasi penyampaian di kelas. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa penerapan “Kotekari” dapat meningkatkan hasil belajar IPS  di SMP. (igi1/aro)

Guru IPS SMP Negeri 4 Salatiga