Pemkab dan Perhutani Kerjasama, Angkat Potensi Hutan 

301
POTENSI BESAR : Hutan milik Perhutani Pekalongan Timur di wilayah Batang berpotensi dimanfaatkan untuk kawasan wisata dan perekonomian khusus. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
POTENSI BESAR : Hutan milik Perhutani Pekalongan Timur di wilayah Batang berpotensi dimanfaatkan untuk kawasan wisata dan perekonomian khusus. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Memiliki potensi yang menarik dan potensial, Pemerintah Kabupaten Batang  dan Perhutani dalam hal ini Perum Perhutani Pekalongan Timur, sepakat untuk mengelola bersama hutan di wilayah Kabupaten Batang untuk kemaslahatan bersama. Selain untuk pemberdayaan ekonomi warga juga untuk kawasan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, kesepakatan pengelolaan hutan milk Perhutani tersebut tertuang dalam Penandatanganan kerjasama antara Pemkab Batang dan  Perum Perhutani Pekalongan Timur.

“Ini sebagai landasan bagi para pihak untuk melakukan kerjasama pengelolaan sumber daya hutan di wilayah Kabupaten Batang,” jelas Wahyu, Jumat (18/5).

Dijelaskan, penandatanganan kerjasama tersebut untuk meningkatkan fungsi dan manfaat sumber daya hutan serta mensejahterakan masyarakat.

Wahyu berharap dengan kerjasama ini awal bangkitnya kegiatan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kabupaten Batang yang memberikan multi player efek dalam perekonomian terutama pada masyarakat Kabupaten Batang.

Terpisah Kepala Administratur Perum Perhutani Pekalongan Timur Toni Kuspuja mengatakan, penandatanganan kerjasama ini menjadi salah satu penguat bagaimana hutan bisa bermanfaat untuk masyarakat.

“Masyarakat sejahtera hutannya pun akan terjaga dengan baik dan mudah-mudahan bisa sangat mendukung pendapatan asli daerah pemerintah kabupaten,” ujarnya. Diketahui, kawasan hutan di wilayah Batang ini meliputi dua KPH yakni KPH Pekalongan timur dan KPH Kendal.

Bupati Batang Wihaji menambahkan, penandatanganan kerjasama ini merupakan bagian semangat yang sama dan menjadi payung hukum ketika nanti ada pemanfaatan sumber daya hutan baik untuk usaha, petani, peternakan dan industri agro.

“Pemkab sekarang lagi menata pariwisata, hal ini yang menjadi prioritas karena ada beberapa lokasi wisata yang memang itu kewenangannya ada di Administratur Perhutani Pekalongan Timur,” terang Wihaji.

Dan pariwisata ini pasti nanti ada impact tentang perekonomian yang implikasinya nanti ada pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan pemuda sehingga pengangguran berkurang. “Saya berharap selain pariwisata juga ada bidang lain seperti pertanian, peternakan,” tandasnya. (han/zal)