33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Lampu Hias Bikin Semarang Makin Eksotis

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Taman JALAN PAHLAWAN
Taman JALAN PAHLAWAN

RADARSEMARANG.COM – ESTETIKA Kota Semarang makin cantik. Tidak hanya di siang hari. Pemandangan di malam hari juga makin cantik dengan hiasan lampu di sepanjang ruas jalan maupun taman kota. Seperti lampu hias yang melintang di ruas Jalan Pemuda. Mulai dari Paragon hingga Bundaran Tugu Muda. Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Pandanaran.

Lampu hias ada yang bentuk lingkaran, kupu-kupu, hingga burung. Keberadaan lampu hias tersebut membuat wajah kota semakin eksotis. Tak jarang muda mudi menyempatkan berswafoto, karena memang instagramable.

Taman JALAN PAHLAWAN
Taman JALAN PAHLAWAN

“Sangat unik, saya kira bisa menjadi spot foto yang menarik di malam hari disela hiruk-pikuknya Jalan Pemuda. Apalagi bentuk lampu hias yang dipasang sangat indah dan menarik dengan paduan warna biru dan putih,” kata Dini Suciana yang kebetulan sedang menikmati keindahan Jalan Pemuda bersama sejumlah temannya.

Praktis keberadaan lampu hias ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Semarang yang mengangkat tourism Semarang dengan smart city-nya. Apalagi estetika hias tersebut diklaim belum ada di kota lain selain Semarang. Lampu ini sendiri menggunakan lampu khusus yang diimport dari luar negeri, walaupun nyalanya terang, namun tidak menyilaukan pengendara karena lumen atau penerangannya disetting khusus.

Taman JALAN PAHLAWAN
Taman JALAN PAHLAWAN

“Lebih menarik, tentu masyarakat atau wisatawan yang kebetulan melintas pasti akan kagum dan terkesan menyenangkan serta menenangkan,” katanya.

Selain di Jalan Pemuda dan Pandanaran, pemasangan lampu hias yang instagramable ini juga dipasang di taman kota. Salah satunya adalah taman pembatas di Jalan Pahlawan Semarang, dan Taman Kaliwiru Semarang. Bedanya, jika di Jalan Pemuda dan Pandanaran dipasang membentang, di kedua taman ini diletakkan di atas rumput sebagai hiasan. Bentuknya pun tidak terlalu ribet dan rumit dengan konsep geometris dan desain yang urban.

Lampu Hias JALAN PEMUDA
Lampu Hias JALAN PEMUDA

Walaupun belum semua dipasangi lampu hias, Jalan Pahlawan Semarang menjadi lebih indah dan eksotis dengan paduan warna warm white dan purple. Ketika malam tiba, keindahan lampu bisa dinikmati warga Semarang yang nongkrong di Jalan Pahlawan atau sekadar lewat di jalan tersebut. Sementara di Taman Kaliwiru, tak kalah unik karena ada berbagai bentuk bunga yang terbuat dari lampu hias untuk mempercantik taman.

“Untuk jenis lampu hias yang dipasang di taman lebih mengusung konsep string flower. Karena tujuannya memang untuk memperindah taman di malam hari,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim)  Kota Semarang Munthohar, melalui Kabid Pertamanan dan Pemakaman, Suryati.

Suryati menjelaskan, jika konsep dasar taman dengan lampu hias ini sendiri adalah taman yang tidak monoton dan memiliki nuansa seni. Keberadaannya bisa menghibur warga dan menjadi spot yang instagramable. Diharapkan masyarakat juga ikut berpartisipasi merawat keindahan taman kota. Salah satunya tidak menginjak atau merusak lampu hias.

“Selain keindahan tentu tujuannya agar taman yang ada bisa lestari dan tidak dirusak. Jika masyarakat suka, tentu mereka enggan merusak dan punya kesadaran tinggi untuk ikut menjaga,” tuturnya.

Keberadaan lampu hias di taman dan jalan, mendapatkan dukungan penuh dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Selain bentuk string flower dan lampu bentang, di Taman Madukoro Semarang juga dipasang lampu hias bebentuk meteor yang diletakkan di pohon. “Kami ingin permainan lampu hias ini tidak monoton. Kami akan membuat konsep yang berbeda-beda untuk menghias taman kota,” ucapnya.

Pemilihan warnanya juga tidak sembarang. Dipilih warna kalem namun memiliki kesan yang menyenangkan dan meneduhkan.  Tujuannya adalah sebagai ciri khas dari Semarang yang merupakan kota aman serta nyaman bagi warga maupun wisatawan dan insvestor.

“Sementara di Jalan Pahlawan masih separuh, namun ke depan akan dipasang sampai depan Mapolda. Selain itu rencananya pagarnya juga akan dilepas agar keindahannya semakin bisa dilihat masyarakat atau pengendara yang melintas,” tandasnya.

Pemasangan lampu hias rencananya akan dilakukan di beberapa taman yang menjadi pusat keramaian warga. Misalnya saja Taman Madukoro, Taman Sampangan. “Lampu hias ini diharapkan bisa membantu promosi wisata Kota Semarang dan menjadi ikon kota ini,” pungkasnya. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Optimistis Perekonomian Membaik

“Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama,” Hamid Ponco Wibowo,...

Perjuangan Orang Tua Mencari SD untuk Anaknya

Wajah-wajah resah dan penuh harap terlihat di semua SD negeri di Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Mereka adalah para orang tua yang berjuang mendaftarkan...

Atasi Rob, Gandeng Akademisi Belanda

KAJEN – Meski dalam keadaan berduka, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi tetap menyempatkan diri untuk melakukan tugas kedinasan di rumah duka, di Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni...

Banjir dan Longsor Landa Leyangan

UNGARAN – Banjir dan tanah longsor melanda wilayah Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (20/3) siang. Longsor menimpa bagian belakang rumah milik Azis, 41,...

Komitmen Antikorupsi Masih Verbalisme

SEMARANG - Penandatanganan integritas antara pemkab/pemkot di Jateng dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pendidikan langsung kepala daerah di kantor KPK, agaknya bukan jaminan...

Penuhi Kebutuhan Air Putih Jaga Kulit Tetap Segar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Saat menjalani ibadah puasa, tubuh kita tentu mengalami kekurangan cairan. Efeknya bukan hanya rasa haus, namun kulit kita pun bisa terjadi...