TRADISI : Puluhan warga sedang membaca Alquran di Masjid Agung Kauman dalam tradisi Semaan, Jumat (18/5). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
TRADISI : Puluhan warga sedang membaca Alquran di Masjid Agung Kauman dalam tradisi Semaan, Jumat (18/5). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan warga dari berbagai daerah di sekitar Kota Magelang, rutin mengikuti tradisi Semaan saat Ramadan di Masjid Agung Kauman. Tradisi ini sudah berjalan rutin selama puluhan tahun selepas dhuhur.

Rasane gelo menawi mboten melu semaan Alquran teng mriki (rasanya kecewa kalau tidak ikut simaan Alquran di sini),” kata Arbai, 70, kakek asal Desa Gegunung, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Kamis (17/5).

Sudah sejak lama Arbai kerap mengikuti dan telah menjadi kebiasaan ibadahnya di bulan puasa. Arbai mengibaratkan aktivitasnya sebagai bekal saat meninggal dunia nanti. Meski berjalan dengan memakai bantuan tongkat, Arbai tetap semangat mengikuti tradisi di masjid tua di Kota Magelang dengan diantar dan dijemput oleh anaknya.

Awak dewek niki sedelok maneh mati. Daripodo nganggur ning omah, mending mangkat ngaji,” kata kakek delapan buyut ini.

Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Kota Magelang, KH Miftakhussururi mengungkapkan, para lansia ini memang sangat setia mengikuti semaan yang bisa sampai tiga juz di bulan Ramadan ini. Peserta semaan memang paling banyak lansia, tapi tidak sedikit pula yang masih terlihat muda di usia sekitar 40-50 tahun. Para kakek ini datang dari berbagai daerah di Magelang, seperti Bandongan, Kaliangkrik, Salaman, Grabag, dan lainnya. (had/ton)