RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Hingga kini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Magelang telah menerima dan mencatat 80 pelanggaran dalam gelaran Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018. Beberapa di antaranya adalah kasus dugaan ASN yang terlibat dalam kampanye salah satu calon pasangan.

Ketua Panwaslu Kota Magelang Endang Sri Rahayu menuturkan, dari sejumlah pelanggaran tersebut, satu pelanggaran dilakukan oleh salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Magelang yang beprofesi sebagai guru. “Ada salah satu ASN yang berinisial WN yang terlibat, karena ikut foto bersama di momen pengajian beberapa waktu yang lalu,” jelas Yayuk, sapaan akrab Endang Sri Rahayu, Jumat (18/5).

Yayuk menjelaskan, setelah dilakukan penanganan, oknum ASN tersebut mengaku tidak mengetahui tentang undang-undang kampanye. “Yang bersangkutan tidak tahu tentang undang-undang yang mengatur tentang ASN yang dilarang berfoto dengan para calon maupun istri calon Gubernur dan Wakil Gubernur,” imbuh Yayuk.

Yayuk menyebutkan, karena ketidaktahuan oknum guru tersebut tentang undang-undang pemilu maka Panwaslu hanya melakukan tindakan teguran saja. Yayuk menjelaskan, masih banyak ASN yang belum memahami undang-undang dan ini sangat rawan dan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. (had/ton)