Ditarget Selesai Juli, Pemasangan Atap Baja Mapolres Dikebut

136

Kendati masa kontrak berakhir pada September mendatang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meminta Juli pembangunan harus selesai. Untuk itu pelaksana menambah pekerja sekaligus jam kerja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pekerjaan dimulai lagi kemarin. Namun dia mengaku Ramadan dan Lebaran pembangunan akan dikebut. Pembagian jam kerjanya bisa diatur oleh pihak penyelenggara. ”Kami memang meminta agar Juli diselesaikan. Biar mapolres dapat digunakan,” ungkapnya.

Untuk perkembangannya, pihaknya mengaku, pekerja masih fokus pemasangan atap bangunan. Karena menggunakan baja, pekerja harus dibantu alat berat. Untuk pekerjaan yang satu ini memang harus ekstra hati-hati dan rapi. ”Pokoknya kalau atap sudah terpasang semuanya, urusan pembuatan skat dan pengecetan akan lebih cepat,” jelasnya.

Terkait anggaran, pihaknya sudah menyiapkan Rp 20 miliar untuk melanjutkan pembangunan. Usai kerja sama kontrak pada akhir Maret, pembangunan pun bisa dilakukan mulai Maret lalu. ”Sudah ada dananya, sudah ada pekerjanya, jadi kami tidak menerima alasan molor. Pekerja harus baik, untuk itu akan terus kami pantau,” paparnya.

Koordinator Pelaksana dari PT Karsa Bayu Bangun Perkasa Wawan P. mengaku, saat ini pekerja masih fokus pemasangan atap. Penambahan pekerja diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan. Sebab, pihak Dinas PUPR meminta pembangunan dipercepat. ”Juli harus sudah selesai,” tegasnya.

Untuk kendala, Wawan mengaku tidak ada. Bahkan untuk cuaca juga mendukung pembangunan. Maka, pihaknya yakin pembangunan selesai akhir Juli mendatang.

(ks/mal/lil/top/JPR)