Belajar Tata Busana dengan Bus Teja Jalur Jago

473
Oleh: Laily Rahmah SPd
Oleh: Laily Rahmah SPd

RADARSEMARANG.COM – TATA Busana merupakan salah satu jurusan dari rumpun Pariwisata di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Seorang guru Tata Busana harus mampu membuat suatu inovasi dalam pembelajaran agar peserta didik lebih mudah mengenali dan memahami tentang langkah-langkah teknik menjahit secara detail, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan  sehari-hari dan pada tingkat yang lebih tinggi peserta didik dapat menciptakan produk yang bernilai jual berdasarkan ilmu yang dipelajari.

Kenyataan di lapangan sering menunjukkan guru harus menjelaskan secara berulang-ulang kepada peserta didik sehingga diperlukan waktu yang relatif lebih lama untuk membuat peserta didik trampil menyelesaikan tugas menjahit. Sehinga diperlukan buku sebagai media pembelajaran untuk mempermudah dalam menyampaikan materi. Sayangnya dalam pasaran sulit sekali dijumpai media pembelajaran Tata Busana. Media yang tersedia di pasar kebanyakan media untuk jenis pelajaran science (biologi, fisika, kimia, dan lain-lain) dan ilmu sosial seperti geografi. Dengan adanya media buku pelajaran tata busana maka akan membuat guru menjadi lebih mudah dalam melatih ketrampilan peserta didik dalam mengerjakan tugas menjahit dan dapat tergali potensinya. Sementara bagi peserta didik akan mampu menyelesaikan kesulitannya yang muncul, peserta didik dipermudah dengan adanya gambar langkah- langkah kerja menjahit secara detail.

Berdasarkan hal tersebut, maka pembuatan media pembelajaran dapat dipandang sebagai pilihan (bahkan keharusan) dalam strategi pembelajaran.  Menurut Siregar, Eveline suatu media sering dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus secara simultan yaitu: (1) memberikan pengetahuan tentang tujuan belajar, (2) memotivasi peserta didik, (3) menyajikan informasi, (4) merangsang diskusi, (5) mengarahkan kegiatan peserta didik, (6) melaksanakan latihan, (7) menguatkan belajar, dan (8) memberikan pengalaman simulasi. Ini berarti media memiliki peran sebagai alat bantu guru dalam mengajar agar dapat menyampaikan pesan dengan konkret..

Menyadari pentingnya penguasaan teknik menjahit dalam proses belajar mengajar di SMK jurusan Tata Busana  maka penggunaan buku saku yang berisi langkah-langkah teknik menjahit pada pelajaran Tata Busana menjadi alternative pilihan untuk membekali peserta didik sehingga dapat meningkatkan kualtias hasil karya mereka di masa depan.  Adapun implementasinya dapat dilakukan dengan mengintegrasikan penggunaan buku saku ke dalam pengajaran Tata Busana. Buku saku  dirancang dan dibuat oleh guru Tata Busana untuk membantu siswa menjadi lebih mudah dalam memahami pendidikan dan ketrampilan peserta didik.

Buku saku diberi nama BUS TEJA ini merupakan akronim dari BUku Saku TEknik menJAhit. BUS TEJA dapat menjadikan peserta didik tidak bosan, tertarik untuk dibaca, dan praktis untuk di bawa kemana-mana”. Keunggulan dari media BUS TEJA merupakan media cetak yang berupa buku kecil yang didalamnya berisi  tentang gambar- gambar yang menjelaskan langkah  demi langkah menjahit secara detail. Buku ini lebih menarik karena terdapat gambar-gambar dan keterangan sehingga memudahkan peserta didik dalam mempelajarinya, dapat di bawa kemana saja serta dapat dibaca dimana saja. Untuk mengefektifkan proses pembelajaran guru mengombinasikan dengan metode pembelajaran tutor sebaya  dengan teknik pembelajaran JArum jeLUjuR Jahit GOsok atau disebut JALUR JAGO.  Jadilah BUS TEJA JALUR JAGO, yang dapat sebagai acuan atau referensi guna mendukung implementasi kurikulum 2013 serta dapat menjadi bahan pertimbangan guru dalam melakukan proses belajar mengajar Tata Busana.  (igi1/aro)

Guru SMK Negeri 1 Salatiga (lililailyrahmah@yahoo.com)