Warga Bandengan Serbu Pasar Murah

353
SERAHKAN: Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz secara simbolis melayani masyarakat yang belanja di pasar murah di Pekalongan Utara. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAHKAN: Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz secara simbolis melayani masyarakat yang belanja di pasar murah di Pekalongan Utara. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Kebutuhan akan bahan makanan yang cukup tinggi, ditambah kondisi lingkungan penuh rob membuat masyarakat Pekalongan Utara langsung menyerbu pasar murah yang digelar di awal bulan Ramadan ini.

Digelar di Kantor Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara. Pasar murah dibuka secara langsung Wali Kota Pekalongan, H.M Saelany Machfudz, pada Kamis (17/5).  Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan mengatakan bahwa pasar murah tersebut akan berlangsung mulai Kamis (17/5)  hingga 7 Juni 2018 mendatang dan dibuka di hari kerja, yakni Senin sampai dengan Jumat, dan tiap harinya diigelar di dua kelurahan.

“Kami gelar di 27 Kelurahan se-Kota Pekalongan, dengan jumlah total 8.700 paket, dan tiap paketnya berisi 5 kilogram beras premium super seharga Rp 58.500 , 2 kilogram gula pasir seharga Rp 25.000, dan 1 liter minyak goreng seharga Rp 12.500, sehingga total Rp 96.000. Akan tetapi kami subsidi Rp 30.000, setiap paketnya, sehingga warga cukup menebus paket tersebut seharga Rp 66.000 saja,” jelas Betty.

Lokasi pertama yang diadakan pasar murah adalah di kelurahan Bandengan Pekalongan Utara. Daerah ini langganan banjir rob atau banjir air pasang. Dampak rob  warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, kondisi masyarakatnya benar- benar terpuruk.

Ratusan warga antusias dan rela antri serta berdesakan untuk mendapatkan sembako bersubsidi yang dikhususkan bagi kalangan tak mampu ini.“Saya antri sejak pagi untuk mendapat sembako murah, alhamdulilah ini bisa sedikit menolong kami yang terus menerus terendam banjir rob,“ jelas Mimin warga Bandengan.

Wali Kota Pekalongan, HM  Saelany Mahfudz, mengatakan bahwa pelaksanaan pasar murah tersebut digelar untuk menolong warga agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Selain itu juga untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah.

“Pada saat memasuki bulan Ramadhan harga sembako biasanya naik dan tentu sangat memberatkan masyarakat. Maka Pemerintah Kota Pekalongan melakukan pasar murah sembako ini untuk bisa menolong warga agar tidak bisa mendapat kebutuhan pokok dengan harga yang sudah disubsidi, “ jelas Saelany Mahfudz. (han/bas)