Tebarkan Kasih, Ulurkan Bantuan

Herry Darman SH

294

RADARSEMARANG.COM – Bagi H. Herry Darman SH, hidup sekali, harus bermanfaat bagi sesama. Prinsip itulah yang selalu ia tekankan, baik di lingkungan kerjanya sebagai lawyer maupun sebagai insan masyarakat. Karena itu, di tengah kesibukannya sebagai advokat, Herry  Darman tak pernah berhenti menebarkan kasih, menyambangi sesama yang membutuhkan uluran tangannya.

ADVOKAT  sejumlah artis nasional ini juga tak lelah untuk menyuarakan pentingnya peduli bagi sesama. Karena, baginya, hidup harus bermanfaat bagi orang lain.  Penerima apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018 untuk kategori Carers Of Caring People ini rutin per 3 bulan sekali, mengundang 100 anak yatim-piatu ke rumahnya. Setiap akhir tahun, Herry Darman juga mengundang para jompo, jumlahnya  sekitar 500 hingga 700-an orang. Kemudian saat malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadan, ia menggelar pengajian.

“Terkadang, saya juga menggelar aksi donor darah, merenovasi rumah warga tak mampu, serta bersedekah di masjid,” kata advokat  yang banyak memiliki klien artis nasional ini, di antaranya: Atalarik Syach, Sandy Tumiwa, dan Shinta Bebi.

Ia merasa, kebiasaannya berbagi merupakan panggilan jiwa. Apalagi, ia pernah mendengar nasihat ulama bahwa hidup haruslah berbagi.

“Meski usaha sepi, saya tetap harus bersedekah. Yang akan datang, saya ada planning melakukan bedah rumah. Sekarang, titik-titik rumah warga tak mampu sudah dapat,” sebut suami dari Dian Puspita Ningtyas ini,  saat ditemui di kantornya Jalan Sriwijaya 57 Semarang.

Herry Darman bahkan tak sungkan mendatangi sendiri orang-orang tidak mampu tanpa pengawalan, untuk sekadar menyantuni. Ia juga rutin berdonasi dari rumah ke rumah. “Saya pernah sampai ke Kendal,  jalan becek,  saya lakoni. Semua karena panggilan hati. Ssemua ini juga hidayah dari Allah SWT. Karena saya masih ingat betul, terakhir saat krisis moneter ada 14 mobil dan 9 rumah terjual. Saya benar-benar bisa pulih,  setelah menginjakkan kaki ke Tanah Suci,” ungkap pria kelahiran Pekanbaru, 28 Maret 1961 ini.

Alumnus Fakultas Hukum (FH) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang ini, banyak menangani kasus pencemaran nama baik. Juga dugaan malapraktik,  penipuan,  pemalsuan,  perceraian, perdata,  hak asuh anak, pengelapan sertifikat, perkara tanah di Jakarta,  penganiayaan, dan terakhir pengrusakan pabrik di Solo.

Alhamdulilah,  Law Office and Legal Consultan Herry Darman and Patners tetap kompak bersama 19 tim kami yang tersebar di Jateng, Jatim, Jakarta, Jabar, dan Sumut.” (jks/isk)