Semua Bersinergi Memajukan Jawa Tengah

Plt Gubernur Jawa Tengah, Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si.

205

RADARSEMARANG.COM – Lahir di Purbalingga pada 13 Juni 1951, Plt Gubernur Jawa Tengah, Drs H. Heru Sudjatmoko, M.Si, mendedikasikan hidupnya untuk menjadi abdi negara. Pernah menjadi Sekda di Kudus dan orang nomor satu di Purbalingga, Alumni Magister Administrasi Publik Undip Semarang tahun 2013 ini, piawai membenahi birokrasi.

PEMBENAHAN terhadap aparatur negeri sipil yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tidak lepas dari konsep Heru Sudjatmoko. Bersama Ganjar Pranowo, Heru memajukan Jawa Tengah hingga menjadi provinsi yang sarat prestasi. Salah satunya, reformasi birokrasi.

Lima tahun terakhir, jabatan di lingkungan Pemprov Jateng diisi melalui proses lelang jabatan. Juga kemudahan akses yang dibuka pemerintah provinsi, membuat masyarakat Jawa Tengah lebih menyukai melapor langsung kepada gubernur-wakil gubernur, ketimbang kepada bupati atau walikota. Seluruh komplain masuk lewat medsos maupun kanal-kanal lain yang disediakan Pemprov.

Pada 2016, Jawa Tengah bahkan tercatat menjadi pengelola gratifikasi terbaik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan karena provinsi ini menjadi pelapor gratifikasi terbanyak. Jateng juga merupakan provinsi pertama yang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 100 persen, bahkan sekarang sampai dengan eselon IV melaporkan harta kekayaannya.

Pada kesempatan menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018, Plt Gubernur Heru Sudjatmoko yang diwakili oleh Sekda Pemprov Jateng Dr Ir Sri Puryono menyampaikan terimakasih atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan Jawa Pos Radar Semarang atas kerja dan karyanya.

Kata Heru, sebagaimana disampaikan oleh Sri Puryono, hasil karyanya bukan hanya kerja seorang Heru Sudjatmoko maupun Gubernur Ganjar Pranowo semata. Kerja selama lima tahun dalam memajukan Jateng, merupakan kerja kolektif atau kroyokan dan gotong royong dari seluruh jajaran birokrasi dan semua komponen masyarakat.

“Semua bersinergi memajukan Jateng. Untuk itulah, atas anugerah ini, saya sampaikan dan saya persembahkan kepada seluruh mitra kerja saya, khususnya untuk masyarakat Jateng. Tanpa masyarakat saya bukan apa-apa dan siapa-siapa,” ujarnya.

Mantan Bupati Purbalingga itu mengatakan, di mana pun ia mengabdi, kemampuan terbaik akan selalu diberikan dan didedikasikan bagi negeri, terutama Jateng. Sebab, Jateng merupakan tempat kelahiran sekaligus tempat membangun karya. Maka, ia akan selalu mengabdikan diri untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat Jateng.

Di mana pun berada, lanjutnya, harus memberikan manfaat bagi orang lain. Paling tidak untuk orang orang sekitar. “Saya menyadari, setelah ini semakin besar tanggung jawab saya untuk mengabdi kepada negeri, khususnya Jateng ke depan. Wong sudah mendapat penghargaan kok selanjutnya tidak berbuat apa-apa, ini nanti menjadi ngisin-ngisini.”

Plt Gubernur juga berpesan agar Jawa Pos terus mengembangkan jurnalisme yang santun, cerdas, objektif, dan jujur. “Jadilah media yang mampu mengedukasi dalam memberikan informasi dan berita.” Sebagai media mainstream, Jawa Pos diharapkan menjadi benteng kokoh untuk melawan hoaks atau berita bohong yang memprihatinkan dan mengancam keutuhan negeri Indonesia. “Saya berharap Jawa Pos Radar Semarang menjadi contoh dan garda terdepan dalam jurnalisme yang mencerahkan.” (isk)