Ramadan, Harga Komoditas Pangan Naik

292
NAIK: Salah satu penjual sebako di pasar Bandarjo Ungaran tengah melayani pembeli, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NAIK: Salah satu penjual sebako di pasar Bandarjo Ungaran tengah melayani pembeli, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Memasuki bulan Ramadan, harga beberapa komoditas pangan di pasar tradisional mulai merangkak naik. Pantauan di Pasar bandarjo Ungaran, harga beberapa komoditas mengalami kenaikan sudah sejak sebelum Ramadan beberapa waktu lalu.

Sumiyati, 43, salah satu pedagang sembako di Pasar Bandarjo mengungkapkan kenaikan tersebut terjadi karena faktor meningkatnya permintaan. “Sejak sebelum bulan puasa sudah pada naik karena sebelum puasa permintaan kebutuhan pokok naik jadi harga ikut naik,” ujar Sumiyati, Kamis (17/5).

Kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas terigu, minyak goreng, dan telur, sedangkan sayur mayur masih fluktuatif. Kenaikan pada terigu dari harga Rp 7.500 perkilogram menjadi Rp 11 ribu perkilogram, minyak goreng dari Rp 12 ribu perkilogram menjadi Rp 13.500 perkilogram.

Sementara itu komoditas sayur-mayur di pasar tersebut masih cenderung stabil. Seperti halnya cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih masih berfluktuatif bergantung pasokan.

Harga bawang merah dan cabai merah masih normal meski harganya terkadang naik berkisar Rp 200 sampai Rp 500 perkilogram. “Yang naik tinggi telur ayam, terigu dan minyak goreng,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Musli’ah, 38, penjual sembako di Pasar Bandarjo Ungaran. Dikatakannya, harga daging ayam ras saat ini telah mencapai Rp 35 ribu perkilogram. “Telur ayam ras beranjak naik dari semula Rp 22 ribu perkilogram, sampai hari ini sudah mencapai Rp 26 ribu perkilogram,” kata Musli’ah.

Memasuki bulan puasa seperti saat ini, lanjutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok memang sesuatu hal yang wajar. Hal itu dikarenakan bukan stok bahan pokok yang minim namun karena permintaan yang tinggi saat menjelang, dan pada bulan puasa.

Dikatakannya, permintaan telor dan daging ayam didominasi oleh para pengusaha rumah makan. “Setiap harinya, sejak seminggu terakhir sebelum puasa minimal 10 kg pasti terjual yang beli itu para pengusaha warungan,” ujarnya.

Naiknya harga kebutuhan pokok tersebut dikeluhkan oleh beberapa masyaarakat. Seperti halnya masyarakat yang menggunakan terigu untuk bahan dasar olahan makanan. Yanto, 31, salahsatu pedagang gorengan di depan Pasar Bandarjo mengaku jika ia sempat kaget dengan naiknya harga terigu.“Naiknya memang sudah dari beberapa hari lalu, karena ini ya masuk puasa biasanya memang naik,” kata Yanto. Naiknya harga terigu, lanjutnya, praktis mempengaruhi terhadap biaya produksi gorengan. (ewb/bas)