33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Ramadan dan Tradisi Kontra Ekstrimisme

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – SALAH satu harapan utama mengiringi bulan Ramadan tahun ini adalah ibadah kita dalam bulan agung ini menjadi penempa untuk kembali menggapai fitrah diri dan kontrol dalam aneka bentuk keberlebihan diri atau sikap esktrim. Dalam Islam, sikap tersebut menggunakan istilah  ghuluwtatharruf, dan tanaththu’, yang kesemuanya memiliki makna yang mirip, yakni sikap berlebihan, melampaui batas, keterlaluan, dan ekstrem.

Rasulullah sendiri empat belas abad lalu memperingatkan umatnya untuk menghindari sikap tersebut. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah secara tegas memberikan pernyataan tegas “Wahai manusia, jauhilah berlebih-lebihan dalam agama karena sesungguhnya yang menghancurkan orang-orang sebelum kalian adalah berlebih-lebihan dalam agama.”

Dalam konteks hadis tersebut, ada narasi sejarah bahwa Rasulullah secara bijak mengatur keberimbangan dalam hidup serta  mengkritik beberapa sahabat yang hendak beribadah secara berlebihan dengan puasa dan sholat secara terus menerus, dan memilih tidak menikah (celibate) untuk mengabdikan dirinya total beribadah kepada Allah. Mereka, disamping sebagai hamba Tuhan, seakan melupakan keberadaan porsi kebutuhan duniawi yang juga harus dipenuhi dalam kodratnya sebagai manusia.

Pada gilirannya, ekstremisme ini menjangkit pada aras ideologi atau keyakinan. Orang yang berlebihan dalam hal keyakinan umumnya akan menganggap siapa pun di luar dirinya sebagai “orang sesat”. Mereka eksklusif atas kemungkinan kebenaran dari pihak lain, mengingkari keragaman pendapat, dan cenderung memaksakan kehendak untuk mewujudkan pemahaman dan tafsirnya ke dunia nyata.

Pemikiran yang ekstrim inilah yang mendorong tindakan ekstrim. Mereka memandang dunia “serba gelap” karena tidak sesuai dengan pemahamannya. Mereka meyakini bahwa kehidupan dunia ini selalu melenceng dari kebenaran agama dan harus diluruskan. Mereka tidak bisa membedakan antara kebenaran agama dan tafsir mereka atas kebenaran itu. Tidak semua yang berbeda dengan tafsir seseorang berarti berseberangan dari ajaran agama. Kebenaran Islam bersifat mutlak, tapi pemahaman pemeluknya atas kebenaran itu selalu bersifat relatif. Manusia hanya bisa berikhtiar mencapai yang terdekat dengan kebenaran.

Kasus yang belakangan terjadi terkait dengan aksi-aksi teror yang dimotori oleh para pelaku yang berideologi ekstrim di beberapa wilayah di negeri tercinta ini merupakan imbas dari benih ekstremisme dalam diri yang tersemai dengan subur.

Oleh karena itu, penting kiranya dalam momentum Ramadan, kita merenungi kembali esensinya yang mengajarkan kepada kita untuk melawan hal serta keinginan yang bermuara pada tindakan berlebihan. Dalam hal mengonsumsi makanan dan minuman, mengikutsertkan hawa nafsu serakah, pongah dan sikap berlebih lainnya. Selain itu, Ramadan mengingatkan kita berderma melalui zakat dan shodaqoh, untuk berbagi kepada sesama sekaligus selfreminder bahwa ada hak orang lain dalam harta kita serta pesan untuk tidak berlebihan dalam mempergunakannya.

Puasa Ramadan juga memberikan pemahaman kepada kita bahwa kelak nanti di akhirat bukanlah kenikmatan makan, minum, dan bukan pula bertemu dengan bidadari dan menjadi pengantin surgawi yang menjadi puncak kenikmatan akhirat. Namun bertemu dengan Allah-lah yang melampaui segala bentuk kenikmatan tersebut (..wa farhatun ‘inda liqa’i rabbihi/kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhan). (*)

Dosen Studi Agama-Agama FUHUM UIN Walisongo & Pengajar di Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Membudayakan Literasi dengan Membaca Buku Fiksi

RADARSEMARANG.COM - BUDAYA baca masyarakat Indonesia sangat rendah sekali dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini dapat dilihat dari data UNESCO mencatat indeks minat baca...

Wali Kota Relakan Jam Tangan untuk Hadiah

MAGELANG–Wali Kota Sigit Widyonindito merelakan jam tangan kesayangannya untuk PNS lingkungan Pemkot yang mengikuti apel pagi, dalam rangka peringatan Hari Kartini di halaman belakang...

Jihan Raih Medali Perak Dalam OSN SMP Kota Magelang

MAGELANG –Siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (SMP Mutual) Kota Magelang Jihan Nur Azizah berhasil menorehkan prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017...

75 Pelanggar Lalin Terekam 

SEMARANG – Hari pertama diberlakukannya kebijakan e-tilang CCTV, Senin (25/9) kemarin, ternyata tak membuat sejumlah pengendara  takut. Tercatat sejak pukul 06.00 hingga 04.00, terdapat...

Natal Aman, Konsentrasi Tahun Baru

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Perayaan Natal di wilayah Kabupaten telah usai dilaksanakan. Tidak ada gangguan maupun kejadian yang mengganggu prosesi ibadah. Natal di Wonosobo yang...

Berawal Melampiaskan Hobi, Kini Jadi Pekerjaan Utama

Bermain sulap awalnya hanya aktivitas iseng bagi seorang Wahyu Nur Waskito atau dikenal dengan nama Wahyu Juskitama atau Pak Wahyu. Namun, kini justru menjadi...