Pengedar Sabu Senilai Rp 80 Juta Ditangkap

75

Tersangka bernama Febriyan Kunto Suryono (FK) alias Cebret, 28, warga kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, Solo. Tersangka selama ini tinggal di kampung Gremet, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Pelaku tertangkap tangan membawa sabu seberat 60 gram di jalan Ring Road Utara Sragen, sekitar kawasan SPBU Nglangon, Kamis (3/5). Selain sabu, tersangka juga membawa puluhan butir obat keras yang akan diedarkan di Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman menjelaskan, Satuan Reserse Narkoba berhasil mengendus peredaran sabu-sabu seberat 60 gram. ”Artinya kalau 1 gram itu Rp 1,5 juta, ditaksir nilainya Rp 80 juta,” beber kapolres.

FK juga membawa puluhan butir obat keras yang akan dijual di Sragen. Di antaranya 20 butir Riklona, dan 8 butir Alganax. Kemudian lima buah alat hisap sabu (bong), pisau cuter, termasuk plastik klip yang akan dugunakan untuk membuat paket kecil.

“Awal Mei ini, petugas dari Stanarkoba mendapatkan informasi akan adanya pengiriman sabu-sabu yang beratnya puluhan gram beserta obat-obatan terlarang,” terang Kapolres.

Setelah mendapat informasi tersebut petugas melakukan pemetaan lokasi di sekitar SPBU Nglangon. Pada pukul Kamis, 3 Mei pukul 18.30 petugas mendapati pria dengan ciri-ciri sesuai yang diinformasikan oleh informan. Setelah tersangka turun dari bus arah Surabaya, kemudian petugas menangkap pelaku dan diamankan sejumlah barang bukti.

Setelah didalami ternyata FK ini sebagai kurir tersangka lain masih buron. FK hanya diminta membuat paket-paket kecil sabu, kemudian akan diantar sesuai pesanan. Pihaknya menyampaikan tersangka melakukan operasinya antarkota dan antarprovinsi.

”Dia bergerak antarprovinsi dengan jumlah BB lebih dari setengah ons, dia bergerak berpindah-pindah,” terangnya.

Kapolres menyampaikan tersangka sudah dua kali tertangkap, dan saat ini masih digali informasi mendalam, khususnya terkait jaringannya.

Saat ini tersangka disel di ruang tahanan Mapolres Sragen untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. FK dikenai pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 undang-undang narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun kurungan. Sementara barang bukti dimusnahkan bersama anggota kejaksaan.

(rs/din/fer/JPR)