33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Padukan Corak Batik Berbagai Daerah

Irma Susanti

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM – Irma Susanti, perempuan yang tinggal di Gunungpati, Kota Semarang ini, berkomitmen melestarikan batik Nusantara sebagai warisan budaya yang sudah diakui Unesco. Untuk itu, melalui usahanya, Indentix Batik, Irma memadukan corak batik berbagai daerah. Di antaranya, batik Cirebon, Pekalongan, Lasem, dan Solo.

IRMA mengkreasikan corak batiknya sendiri, dengan memberdayakan para pembatik setempat. Nama Indentix dipakai demi menonjolkan kesan lain dari yang lain. Sejatinya, Irma ingin menyampaikan agar batik tetap dikenal sebagai identitas bersama bangsa Indonesia.

Yang menarik, batik buatan Irma tidak diproduksi massal. Tanpa terikat dalam konsep corak berdasarkan wilayah, Irma mengkreasikan batiknya sendiri, dengan mencomot corak dari berbagai jenis aliran. “Dari Cirebon, Pekalongan, Lasem sampai Solo, semua saya masukkan dalam karya saya. Sekilas memang bercampur, tapi semua tetap saya padukan dengan sesuai,” kata perempuan berhijab itu. Lebih tepatnya, Irma menekankan konsep batik custom dengan motif serta desain terbatas agar lebih eksklusif ketika dipakai.

Irma Susanti menyampaikan, dirinya membuat motif dan desain batik, kemudian dikirim ke pengrajin untuk digarap. Dengan demikian, motifnya tidak akan sama dengan motif di butik lain. “Inspirasinya dari alam, motif yang dibuat pun cenderung terbatas. Bahkan, saya menerima custom batik seperti motif sport dan yang lainnya.”

Dengan melakukan modifikasi, Irma berusaha membuat batik menjadi busana yang nyaman, tidak terlalu kaku, dan formal. Batik diharapkan bisa dipakai di berbagai acara. “Tujuannya membuat semua orang bangga mengenakan batik yang merupakan warisan dunia asli Indonesia.”

Batik modern yang ia buat, dimodifikasi dengan kain lainnya. Semisal, songket, lurik, troso, bahkan jins. Juga dipadukan dengan bahan katun khusus untuk acara santai. Produk yang dibuat sendiri menghasilkan batik yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri. “Produknya bisa berupa tas, kebaya kemeja, jins batik bahkan pakaian pesta serta gaun pesta,” ujarnya.

Ditanya soal pasar, Irma menyasar kalangan menengah atas. Meski tergolong pemain baru di industri batik, Irma tidak main-main menekuni bisnis ini.‎ Demi menguasai ilmu desain, lulusan Ilmu Sosiologi Universitas Negeri Semarang ini juga mengambil jurusan Seni dan Desain di Universitas Nanyang Singapura. (den/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Cegah Kemacetan, Rapatkan Pagar Pembatas Overpass

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Pelaksana overpass Manahan segera merapatkan pagar pembatas proyek untuk memberikan ruang lebih luas bagi pengguna jalan yang hendak melintas di kawasan...

Dianggap Belum Pro Rakyat

SEMARANG – Sejumlah Fraksi DPRD Jateng mengapresiasi proyeksi target Pendapatan Daerah dalam struktur Rancangan APBD Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 24,391 triliun. Jumlah tersebut...

Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Capai Rp 24 M

SEMARANG- Realisasi Pendapatan Aset Daerah (PAD) dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih jauh dari target. Kepala Badan Pengelolaan Daerah Jawa Tengah, Ihwan Sudrajad, mengungkapkan, target pendapatan...

Pasutri Tewas Tertimbun Longsor Bencana di Mana-Mana

MUNGKID - Hujan deras yang terjadi Rabu (1/3) siang hingga petang menimbulkan banyak bencana di Kabupaten dan Kota Magelang. Tercatat ada tanah longsor, banjir...

Henry Lakay Sabet Gelar Individu

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Henry Cornelis Lakay, salah satu punggawa tim Basket Satya Wacana berhasil menyabet gelar The Most Inspiring Young Player dalam ajang Indonesian...

Sido Muncul Dukung Festival Prestasi Indonesia 2017

JAKARTA- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk mendukung penyelenggaraan Festival Prestasi Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila...