Memimpin dalam Keberagaman

Kapolda Irjen Pol Drs Condro Kirono M.M, M.Hum

222

RADARSEMARANG.COM – Lahir di Kota Surakarta, pada 12 Desember 1961, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Condro Kirono, mengemban jabatan sebagai Kapolda Jateng sejak 14 April 2016. Di bawah kepemimpinan Irjen Pol Condro Kirono, Jawa Tengah semakin kondusif. Berbagai terobosan kreatif dan inovatif pun digagas Condro dan jajarannya.

DI ANTARANYA, program pengawasan dana desa melalui aplikasi Sistem Informasi Pendamping Dana Desa (Sipades). Aplikasi berbasis android untuk mengawasi penggunaan dana desa ini, kali pertama dioperasikan di Jawa Tengah. Ada dua jenis Sipades yang bisa diunduh. Yaitu, Sipades Bhabinkamtibmas khusus untuk anggota Polri dan Sipades Masyarakat untuk warga.

Terobosan ini sebuah upaya minimalisasi konflik dan transparansi penggunaan dana desa. Dengan aplikasi tersebut, Bhabinkamtibmas bisa memberikan pendampingan dan melaporkan proses penggunaan dana desa; apakah sudah sesuai dengan rencana atau belum. Maka, progress akan tercatat secara digital dan rapi. “Tujuannya, agar penggunaan dana desa bisa lebih transparan,” kata Irjen Pol Condro Kirono. Masyarakat juga bisa memberikan feedback atau ikut melaporkan ke Bhabinkamtibmas jika menemukan kejanggalan penggunaan dana desa lewat Sipades Masyarakat.

Terobosan lainnya, Kapolda dan jajarannya menggelar Police Award. Sebuah ajang penghargaan untuk anggota Polri yang berprestasi, dan kali pertama digelar di Indonesia. Oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, program ini diminta diadposi oleh Polda-Polda lain di seluruh Indonesia.

“Sipades terkoneksi dengan Sistem Keuangan Desa, sehingga memudahkan kepolisian dan pihak terkait lain dalam melakukan pendampingan dana desa. Condro Kirono mengatakan, pihaknya terus mengarahkan jajarannya untuk selalu meningkatkan public trust melalui tugas pokok sebagai anggota Polri. Semua fungsi kepolisian harus membawa kemaslahatan untuk rakyat.

Di tengah kesibukan sebagai Kapolda, Condro Kirono ternyata punya hobi menulis. Hobi itu bahkan disalurkan Condro melalui sebuah buku berjudul Memimpin dalam Keberagaman, Kearifan Lokal Menjaga NKRI. Buku setebal 194 halaman itu menceritakan pengalaman Condro bertugas di berbagai daerah dan juga menghadapi berbagai tantangan, terutama konflik intoleran.

“Buku itu saya tulis berdasarkan pengalaman saya sebagai anggota Polri yang bertugas di berbagai wilayah yang penuh keberagaman. Bagaimana kita mengelola keberagaman itu supaya tetap menjaga keutuhan NKRI. Mudah-mudahan buku saya bisa menjadi pencerahan dan inspirasi bagi anggota Polri dan masyarakat,” ujar Condro saat peluncuran buku tersebut pada akhir 2017 silam.

Melalui bukunya, Condro mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat kebhinekaan, karena merupakan hal mutlak yang dibutuhkan bangsa ini untuk menjaga persatuan dalam keberagaman. “Pentingnya memimpin dalam menjaga kebinekaan dalam sebuah kesatuan wilayah yang memiliki keberagaman etnis, suku agama dan ras seperti di Jateng.”

Kapolda berharap, bukunya ini bisa bermanfaat untuk semua anggota Polri, agar bisa bersama-sama menjaga kebhinnekaan, memimpin dalam keberagaman, sehingga bisa menekan konflik sosial, dan mengurangi kasus intoleransi yang kerap terjadi di negeri ini, dan mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia. (isk)