33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Melahirkan Banyak Spot yang Instagramable

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi, kemajuan Kota Semarang sangat terasa. Sejumlah permasalahan utama, seperti banjir dan rob mulai terpecahkan, dengan sejumlah program. Seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga pembuatan polder maupun embung.

Stigma Kota Semarang yang dulunya sebagai kota genangan, kini beralih menjadi kota kenangan. Di bawah kepemimpinan Hendrar Prihadi, wajah Kota Atlas kini disulap menjadi lebih cantik. Banyak spot yang instagramable. Ini bisa dilihat dari program Pemkot Semarang beberapa tahun terakhir ini, yang semakin gencar membangun ruang terbuka hijau (RTH) publik menjadi lebih elok dan menawan.

Sebut saja, Taman Kasmaran di Jalan Dr Sutomo yang menawarkan pemandangan Kampung Pelangi. Juga Taman Amongrogo, Taman Citra Satwa, dan Taman Wilis yang menyuguhkan pemandangan kota dari ketinggian. Lalu, Taman Bumi Rejo, Taman Pandanaran, Taman Tirto Agung, dan masih banyak lagi.

Setidaknya, dalam dua tahun terakhir, Pemkot telah menyelesaikan 19 RTH yang instagramable. Belum lagi mengangkat potensi wilayah dengan program kampung tematik. Mengubah kawasan kumuh menjadi tertata dan warna-warni. Seperti Kampung Pelangi di Wonosari.

Wali kota yang intim disapa Hendi itu selalu menekankan, semua capaian selama ini, tidak lepas dari campur tangan masyarakat Kota Semarang. “Kuncinya bergerak bersama. Karena konsep pembangunan Kota Semarang memakai rumus keterlibatan 4P, yaitu pemerintah, pengusaha, pewarta, dan penduduk,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, itu. Seperti halnya pembangunan RTH publik, tema dan konsep yang dipakai tidak lepas dari aspirasi masyarakat.

“Dari situ banyak masukan, kemudian kita rangkum dalam sebuah program. Setiap tahun, kita buat 16 RTH. Alhamdulillah direspons positif. Sekarang tinggal mengatur bagaimana taman ini hasilnya baik, bermanfaat, dan dirawat bareng-bareng oleh masyarakat,” ujar pria kelahiran 1971 ini.

Hendi mengaku, menginspirasi gaya kepemimpinannya terinspirasi Joko Widodo. “Kepemimpinan saya banyak diwarnai Presiden Joko Widodo. Kebetulan dulu pernah bareng saat beliau menjadi Wali Kota Solo. Kemudian Gubernur DKI, dan sekarang Presiden,” katanya.

Kata alumnus SMA 1 Semarang itu, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang inspiratif. Seorang pemimpin yang tidak menunjukkan arogansinya maupun menekan anak buahnya. “Dari beliau (Jokowi), saya belajar bagaimana pendekatan kepada masyarakat yang tidak perlu menekan, menuding-nuding masyarakat. Terutama pola berkomunikasi.”

Hendi juga mencoba menghilangkan sekat antara pemimpin dengan rakyat. Seperti yang dilakukan Jokowi. Tidak hanya kepada masyarakat, ia coba menciptakan suasana yang santai dan tanpa sekat di lingkungan kerjanya. Menurut Hendi, dengan suasana yang cair tanpa ada tekanan, membuat hasil kinerja semakin baik. (zal/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Densus 88 Amankan Satu Warga Balong Saat Akan Pijatkan Anak

KENDAL—Densus 88 kembali beraksi di Kendal. Kali ini mengamankan satu warga Dukuh Balong, Desa Randusari RT 03 RW 02, Kecamatan Rowosari, bernama Irsyad alias,...

Pencuri Pakan Ternak Terancam 9 Tahun Penjara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Berkas perkara lima tersangka pelaku pencurian di PT Cargill Indonesia yang terletak di Jalan Walisongo KM. 96 Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota...

Hendi Ajak Warga Bantu Korban Banjir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Hendrar Prihadi memberikan apresiasi kepada warga Kota Semarang khususnya untuk sejumlah organisasi kemasyarakatan. Pasalnya kerukunan antar warga yang sering...

Air Sungai Meluap, 8 Kelurahan Banjir

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Hujan lebat dua hari berturut-turut mengakibatkan sungai di Kendal meluap, membanjiri permukiman warga. Sebanyak delapan desa, terdampak luapan sungai Kali Kendal. Penyebabnya,...

Kebut Raperda Trantibum Linmas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD Jateng terus mengebut penyelesaian raperda Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas). Hal itu sebagai salah satu upaya agar pengawal...

Pelantikan dan Seminar Pergunu

RADARSEMARANG.COM - PERSATUAN Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jateng akan menggelar pelantikan pengurus, raker dan seminar nasional. Kegiatan tersebut akan dihelat Minggu, 15 April 2018...