Konsisten Perjuangkan Nasib Nelayan

Riyono S.Kel, M.Si

190

RADARSEMARANG.COM – Komitmen Riyono, S.Kel, M. Si untuk memperjuangkan nasib nelayan di Jateng, sudah tak diragukan lagi. Bertahun-tahun, ia terjun dan mendampingi nelayan agar kesejahteraan nelayan bisa lebih baik.

BERKAT konsistensinya mendampingi nelayan, ia mendapatkan apresiasi dari manajemen Jawa Pos Radar Semarang pada malam Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018 di Hotel Aston, 11 Mei lalu. Tidak hanya itu, Riyono juga mendapatkan apresiasi dari PKS Award untuk kategori Lingkungan Hidup dan Kearifan Lokal.

Anggota Komisi B DPRD Jateng ini menilai, selama ini nasib nelayan masih belum diperhatikan oleh pemerintah. “Saya cukup sedih melihat kesejahteraan nelayan Jateng yang minim. Karena itu, saya terus berkomitmen untuk memperjuangkan nasib nelayan agar bisa lebih sejahtera,” kata Riyono.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) itu intens terjun ke bawah untuk memberikan pendampingan dan memberi penyuluhan kepada nelayan. Ia juga terus memperjuangkan hak-hak nelayan hingga tingkat pembuat kebijakan. Baginya, memperjuangkan nasib nelayan harus benar-benar sampai ke pemangku kebijakan, agar manfaatnya dirasakan.

Pria kelahiran Magetan, 8 Juni 1979 ini bahkan berada di garda depan, ketika pemerintah—melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI—melarang penggunaan cantrang. Riyono tegas menolak kebijakan tersebut karena merugikan nelayan. “Penggunaan cantrang, ternyata tidak terbukti merusak lingkungan. Saya termasuk orang yang menolak keras kebijakan itu.”

Pembuktian itu didapat dari uji petik yang melibatkan akademisi dari IPB dan sejumlah asosiasi nelayan. “Cantrang itu ramah lingkungan. Bukan hanya pengakuan sepihak dari kami, tapi kami juga melakukan riset dan uji petik. Terakhir, selesai pada pertengahan Desember 2016 lalu, bahwa cantrang tidak merusak lingkungan.”

“Intinya adalah bagaimana agar nelayan kita sejahtera, maka saya akan terus berada di depan bersama para nelayan. Doakan dan mari bersama kawan di manapun berada untuk terus berkhidmat hadirkan pelayanan bagi negeri yang kita cintai ini. Karena Indonesia adalah negara maritim, jadi nelayan harus dilindungi dan disejahterakan,” tutupnya. (fth/isk)