Jaga Netralitas TNI

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos, M.Si

182

RADARSEMARANG.COM – Mayor Jenderal TNI Wuryanto, S.Sos, M.Si, lahir di Purwokerto pada 4 Juli 1961. Mayjen Wuryanto mengemban jabatan sebagai Panglima Kodam IV/Diponegoro sejak 27 Oktober 2017. Lulusan terbaik Seskoad pada tahun 2000 ini, mampu mengemban tugasnya dengan baik, menjaga wilayah Jawa Tengah tetap kondusif.

DI BAWAH komandonya, jajaran Kodam IV/Diponegoro mampu meredam gejolak politik yang mulai menggeliat menjelang pemilihan kepala daerah dan pemilihan gubernur. Program paling nyata, bersinergi dengan Polda Jawa Tengah, Kodam IV/Diponegoro telah membentuk tim cyber anti-black campaign. Tim ini bertugas memonitor di media sosial, upaya-upaya mendiskreditkan calon dan pendukung Pilkada.

Mantan Kapuspen TNI itu menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan subur. Hal ini tentu menjadi sasaran dalam kompetisi global, sehingga harus diwaspadai. ”Dulu Presiden Soekaerno pernah menyatakan kekayaan Indonesia suatu saat akan membuat iri negara lain. Bahkan, Presiden Jokowi juga pernah mengatakan Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam, di satu sisi, justru juga bisa menjadi petaka buat kita semua. Maka dari itu, kita harus waspada. Sebab, Indonesia akan menjadi sasaran perebutan,” terang Pangdam.

Lalu, bagaimana pihak asing memperebutkan potensi yang dimiliki Indonesia tersebut? ”Itu semua dapat dilakukan dengan proxy war, yakni perang di mana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga/kelompok lain untuk berperang melalui berbagai aspek.”

Selain itu, upaya untuk merebut kekayaan Indonesia juga dilakukan melalui narkoba. Dengan narkoba, mereka membuat masyarakat Indonesia menjadi lemah dan tidak berdaya. Sehingga tidak bisa bersaing dalam kompetisi global. Kendati demikian, pada dasarnya, upaya tersebut tidak akan berhasil dan sampai sekarang Indonesia tetap utuh karena Pancasila.

Fakta sejarah menunjukkan, bangsa Indonesia bisa menjadi negara besar seperti ini karena Pancasila. Tanpa adanya Pancasila, Indonesia yang beragam ini mustahil bisa dipersatukan. ”Maka dari itu, saat ini generasi muda, khususnya pelajar hanya sebagai penikmat kemerdekaan yang bertugas untuk memelihara, menjaga dan mengisi kemerdekaan. “Pancasila sebagai ideologi negara sudah final. Siapapun tidak boleh mengubahnya.”

Terkait mulai memanasnya suhu politik menjelang Pilkada serentak, Mayjen TNI Wuryanto meminta prajurit TNI menjaga netralitas. Pangdam menegaskan, komitmen TNI untuk menjaga netralitas tersebut merupakan bagian dari mengawal suksesnya proses demokrasi dan demokratisasi Pilkada serentak 2018.(isk)