RADARSEMARANG.COM – Mendasari commander wish Kapolri untuk mewujudkan Pelayanan Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya, Satlantas Polres Batang melakukan inovasi menarik. Yaitu, meluncurkan aplikasi program Sirestu: Sistem Reaksi Cepat Terpadu.

APLIKASI Sirestu memudahkan masyarakat dalam mengakses seluruh layanan darurat di Kabupaten Batang untuk mendapatkan penanganan secara tepat, cepat, dan terpadu. Melalui aplikasi Sirestu, masyarakat bisa meminta bantuan saat terjadi kecelakaan lalulintas, perampokan, perkelahian sampai donor darah atau bengkel 24 jam.

“Dengan Aplikasi ini masyarakat dapat mengetahui, melaporkan, dan meminta bantuan pada saat keadaan kegawat darurat atau emergency,” kata Kasatlantas Polres Batang, AKP M. Adiel Aristo.

Aristo menjelaskan, di dalam aplikasi Sirestu, ada sembilan fitur layanan. Yaitu: fitur informasi kecelakaan terkait laporan kecelakaan lalu lintas, fitur kemacetan berisi kondisi terkini arus lalu lintas, fitur medis/ UGD, kejahatan, donor darah, bengkel 24 jam, fitur pengaduan dan yang lainnya.

Atas inovasi, layanan, dan dedikasi menciptakan layanan Sirestu, Satlantas Polres Batang menerima apresiasi dari manajemen Jawa Pos Radar Semarang berlabel Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018 di Hotel Aston Semarang pada 11 Mei lalu. “Kami sangat senang sekali dan bangga dapat apresiasi Radar Semarang Award. Ini bentuk perhatian media kepada Satlantas dan Polres Batang, semoga semoga ke depan kami lebih baik,” ucap Adiel Aristo.

Atas penghargaan tersebut, Kasatlantas mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen dalam pelayan Sirestu. Mulai dari Dinas Kesehatan Batang, RS QIM, PMI, BPBD, Jasa Raharja, Satpol PP, Damkar, dan elemen lain, termasuk Bina Marga PP 07 Plelen. “Harapan ke depan, kami bisa memperbaiki Sirestu lebih baik lagi. Akan kita up date, berikan pelayanan yang baik.”

Saat ini aplikasi Sirestu sudah di-download lebih dari 6.000 pengguna gawai, dan sudah ada 400 komentar positif, dengan nilai rata-rata bintang 5. Dengan keberhasilan ini, Kasatlantas berharap Sirestu bisa dimanfaatkan lebih masif lagi. Jika saat ini baru untuk pengguna di jalur pantura, AKP Adiel Aristo berharap ke depan bisa untuk seluruh Jawa Tengah, bahkan secara nasional. “Kami mohon pimpinan bisa mengaplikasikan ini minimal di Jateng, kalau bisa Indonesia, karena selain dilayani selama 24 jam, juga bermanfaat dan cepat tertangani.” (han/isk)