Edukasi Pajak untuk Tingkatkan Kepatuhan Membayar Pajak

Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I

142

RADARSEMARANG.COM – Tingkat kepatuhan membayar pajak masyarakat Indonesia dinilai masih rendah. Terbukti, selama tujuh tahun terakhir penerimaan pajak belum pernah mencapai target. Karena itulah, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan guna meningkatkan kepatuhan pajak.

KEPALA Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I, Irawan mengatakan, pembangunan di Indonesia dibiayai oleh APBN yang sumber pembiayaannya sebesar 72 persen berasal dari penerimaan perpajakan.

“Namun sangat disayangkan, tingkat kepatuhan wajib pajak masih rendah dan masih banyak potensi ekonomi yang belum tergali,” ujarnya dalam Talkshow Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan yang digelar di Gedung Serbaguna Kopertis Wilayah VI Semarang, baru-baru ini.

Menurutnya, membayar pajak adalah kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia yang telah memenuhi persyaratan objektif maupun subjektif sesuai ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku. “Ayo bayar pajak untuk kemakmuran bersama, karena pajak dari kita untuk kita.”

Oleh karena itu, pihaknya menggelar sejumlah kegiatan dengan menggandeng berbagai pihak. Salah satunya melalui talkshow. Tujuannya, menyamakan persepsi tentang pajak dan bagaimana pembelajaran kesadaran pajak dalam perkuliahan.

Sosialisasi juga dilakukan dalam berbagai cara. Keramaian acara car free day (CFD) di Kota Semarang yang berlangsung tiap Minggu, juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan pentingnya pajak bagi masyarakat.

Seperti yang dilakukan pada CFD di Jalan Pahlawan, 18 Maret 2018 lalu. Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I beserta seluruh Kantor Pelayanan Pajak di Kota Semarang, mengadakan kegiatan SPECTAXCULAR 2018 – Reminding SPT Tahunan PPh.

Bersamaan ini juga diadakan pergelaran seni budaya dengan tema ‘Bayarnya e-Billing, lapornya e-Filing’. Kegiatan ini juga diisi dengan kirab seni budaya, barongan, drum blek, penari cilik, wayang kulit dan menghadirkan para cosplay tokoh perwayangan seperti Arjuna, Srikandi, Gatotkaca, Rama dan Sinta.

Sekolah-sekolah juga menjadi sasaran sosialisasi untuk mengenalkan pajak kepada para pelajar. Lewat kegiatan Pajak Bertutur, Kanwil DJP Jateng I ingin meningkatkan angka kepatuhan wajib pajak. Salah satu yang dilakukan dengan program inklusi kesadaran pajak. Program ini menyasar anak usia sekolah sedini mungkin, agar tertanam kesadaran membayar pajak ketika sudah bekerja atau memiliki penghasilan sendiri.

Saat ini Direktorat Jenderal Pajak juga telah menyediakan berbagai fasilitas untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak. Baik untuk pendaftaran, pembayaran dan pelaporan pajak. Dalam setiap sosialisasi yang melibatkan masyarakat luas, Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I juga membuka gerai pajak yang melayani pengisian SPT Tahunan PPh secara online, pencetakan e-FIN, dan konsultasi seputar perpajakan. Gerai pajak juga dibuka di pusat perbelanjaan untuk memudahkan masyarakat yang ingin membayar pajak maupun konsultasi. (adv/isk)