Target Bangun 310 Tower Rusun

421
CEK RUSUNAWA : Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH bersama Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dan Anggota Komisi V DPR RI Sujadi, meninjau proyek pembangunan rusunawa di Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
CEK RUSUNAWA : Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH bersama Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dan Anggota Komisi V DPR RI Sujadi, meninjau proyek pembangunan rusunawa di Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menargetkan bisa membangun 310 unit tower rumah susun (rusun) khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Total tower di seluruh Indonesia tersebut bisa menampung sekitar 15 ribu unit rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kemen PUPR, Khalawi AH mengatakan, pemerintah tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk di bidang perumahan. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk menaikan daya saing Indonesia dengan negara lain.

“Mustahil negara kita bisa maju bersaing, kalau infrastruktur masih tertinggal,” katanya saat meninjau pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) di RT 01, Kampung Polosari, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Rabu (16/5).

Selain membangun rusun MBR, pemerintah juga memprogramkan rusun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), asrama santri pondok pesantren (ponpes), asrama perguruan tinggi, serta rumah khusus untuk nelayan di daerah perbatasan. “Kemudian program rusun untuk paramedis, dokter maupun suster yang bertugas jauh dari tempat tinggal,” tambahnya.

Disebutkannya, pemerintah juga memberikan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Di Jawa Tengah, jumlah penerima manfaat paling banyak. “Ada 99 ribu unit dari total 180 ribu di tahun 2018,” akunya.

Dia menjabarkan, tiga daerah yang menerima bantuan BSPS di Jawa tengah, antara lain, 1.509 unit di Kabupaten Temanggung, 240 unit di Kota Magelang, dan 1.790 unit di Kabupaten Magelang. Pelaksanaan progam BSPS diharapkan melalui padat karya. Dengan rincian biaya, Rp 12,5 juta dipakai untuk material bangunan, dan Rp 2,5 juta untuk padat karya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, pembangunan rusun MBR merupakan upaya dalam menyediakan hunian yang nyaman dan layak bagi masyarakat. Di sisi lain, agar tidak terjadi kekumuhan di Kota Magelang. (put/ton)