Sambut Ramadan, Warga Lakukan Tradisi Kungkum

239
KUNGKUM: Ribuan warga memadati padusan di kawasan petilasan Joko Tingkir di Kecamatan Tengaran, kemarin. (ISTIMEWA)
KUNGKUM: Ribuan warga memadati padusan di kawasan petilasan Joko Tingkir di Kecamatan Tengaran, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ribuan masyarakat mengikuti tradisi kungkum jelang puasa Ramadan di petilasan Joko Tingkir, Senjoyo, Kecamatan Tengaran Rabu (16/5). Masyarakat mulai membanjiri di kolam padusan tersebut usai waktu salat Duhur.

Adapun kolam yang terdapat di area petilasan tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu Sendang Lanang dan Sendang Puteri. Bagi pengunjung laki-laki diwajibkan untuk masuk ke sendang Lanang, begitu juga sebaliknya jika pengunjung wanita diwajibkan masuk ke Sendang Puteri.

Petugas keamanan tempat tersebut, Suprih, 49, mengungkapkan tradisi tersebut selalu dilakukan masyarakat jelang memasuki Ramadan. “Setiap tahun banyak warga ke sini untuk kungkum (mandi),” ujar Suprih.

Masyarakat yang datang dan melakukan tradisi tersebut percaya jika kungkung merupakan sebuah budaya masyarakat Jawa, untuk membersihkan diri dari kotoran-kotoran yang menempel di dalam tubuh dan jiwa.“Kepercayaan mereka seperti itu, ya sah-sah saja,” katanya.

Meski begitu, ia tetap mewanti-wanti untuk warga yang melakukan tradisi tersebut tetap berhati-hati. Dikatakannya, tidak hanya warga lokal saja yang melakukan tradisi tersebut namun juga warga luar Kabupaten Semarang.

Dikatakannya, bahkan ada pengunjung yang secara turun temurun setiap tahun selalu datang ke lokasi ini untuk melakukan tradisi kungkum. Saat hendak memasuki ramadhan. “Ada dari luar Kabupaten Semarang yang ternyata sejak dari kakek nenek nya hingga ke cucu nya setiap tahun jelang puasa pasti ke sini untuk kungkum,” tuturnya.

Bagi pengunjung yang masuk tempat tersebut dapat masuk kapan saja, dan tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya membayar uang parkir kendaraan bagi sepeda motor Rp 3.000 dan kendaraan roda empat Rp 5.000.

Salah satu pengunjung dari Kecamatan Susukan, Indrawati, 31, mengungkapkan jika ia melakukan tradisi tersebut sejak diajak temannya beberapa tahun yang lalu. “Dari teman kuliah dulu pernah ngajak kungkum disini, ternyata airnya segar dan ramai,” ujarnya. (ewb/bas)