Pertujukan Barongsai Buka Tradisi Megengan 

243
SAMBUT RAMADAN: Bupati Demak HM Natsir memukul bedug sebagai penanda dimulainya megengan untuk sambut puasa Ramadan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMBUT RAMADAN: Bupati Demak HM Natsir memukul bedug sebagai penanda dimulainya megengan untuk sambut puasa Ramadan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Tradisi megengan masih melekat dihati masyarakat. Untuk nguri-uri budaya leluhur itu, Pemkab Demak melalui Dinas Pariwisata menggelar acara megengan selama dua hari. Ini dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Tradisi megengan ini dilakukan di pelataran Masjid Agung Demak. Warga pun berjubel untuk merayakan megengan yang sekelilingnya diramaikan dengan pesta kuliner tersebut. Megengan dibuka dengan ditandai pemukulkan bedug serta pertunjukan barongsai.

Hadir dalam kegiatan ini, Bupati HM Natsir, Wabup  Joko Sutanto,  Sekda dr Singgih Setyono MMR, Kepala Dinas Pariwisata Rudi Santoso, Dandim 0716 Demak, Letkol Inf Abi Kusnianto, Kapolres Demak, AKBP Mahesa Soegriwo, dan forkompimda lainnya.

Bupati Demak HM Natsir mengungkapkan, kegiatan megengan dijalankan tiap tahun. “Ini sarat tradisi dan nilai agama. Megeng berarti menahan hawa nafsu dimana sebagai aba-aba dalam diri kita untuk menahan hawa nafsu dan fokus beribadah di bulan Ramadan,” katanya.

Dandim Letkol Inf Abi Kusnianto berharap,  tradisi megengan warga tersebut dapat menyucikan hati dengan saling bermaafan. “Ini juga bentuk ucapan rasa syukur menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” ujar Dandim. (hib/bas)