Mirna Tutup Dua Lokalisasi

882
dr. Mirna Annisa, M.Si. BUPATI KENDAL
dr. Mirna Annisa, M.Si. BUPATI KENDAL

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Bupati Kendal, Mirna Annisa menutup dua tempat lokalisasi di Kendal selama Ramadan ini. Dua lokalisasi itu yakni Gambilangu atau GBL yang berada di Desa Sumberejo perbatasan Kendal-Semarang dan lokalisasi Alas Karet atau biasa dikenal dengan sebutan Alaska di  Kecamatan Sukorejo.

Penutupan itu berlaku selama sebulan penuh selama Ramadan. Hal itu untuk memberikan ketenangan umat Muslim dalam menjalan ibadah puasa selama Ramadan. Selain menutup lokalisasi, Mirna juga melarang keras tempat-tempat hiburan malam beroperasi. Seperti tempat karaoke terutama karaoke yang menyediakan jasa pemandu karaoke (PK).

Mirna juga melarang keras praktek judi dan pesta minuman keras. “Jika ada yang melihat adanya perjudian dan penjualan miras. Segera laporkan, jangan bertindak atau main hakim sendiri. Biar aparat yang menindaknya,” tuturnya.

Ia juga memerintahkan kepada Satpol PP selama Ramadan ini untuk melakukan patroli dan razia. Terutama tempat-tempat yang rawan untuk terjadinya tindakan perzinahan, seperti hotel-hotel dan tempat-tempat sepi.

Hal senada dikatakan Wakapolres Kendal, Kompol Sugiyatmo. Ia menambahkan jika jajaran Polres akan menggalakkan operasi miras ini  sampai bulan puasa nanti. Hal itu untuk memberikan ketenangan umat Islam dalam menjalan ibadah puasa.

Razia miras akan dilaksanakan tidak hanya wilayah perkotaan saja. Tapi seluruh wilayah hingga menyebar hingga pedesaan. Yakni toko-toko yang menjual miras secara sembunyi-sembunyi. “Kami juga meminta kepada masyarakat agar melapor kepada polsek terdekat jika memang ada yang menjual miras,” tandasnya.

Wakapolres juga menghimbau kepada seluruh ormas maupun masyarakat Kendal untuk tidak melakukan sweeping terhadap tempat hiburan malam atau penjual minuman keras. “Penindakan terhadap minuman keras akan dilakukan Polres Kendal. Kami yang akan menindak jika ada ormas yang terbukti melakukan sweeping. Karena dapat menimbulkan konflik horisontal,” jelas Wakapolres.

Sementara Ketua MUI Kendal KH Ubaidillah mengapresiasi kerja kepolisian dalam membrantas peredaran minuman keras. “Minuman keras banyak menimbulkan hal negatif. Sebab ketika miras bisa memicu seseorang berbuat kriminal,” tandasnya.

Apalagi bulan puasa, dengan razia miras bisa menambah kekhusyukan umat Islam dalam menjalani ibadah puasa. “Sangat apresiasi sekali dengan tindakan polres ini. Kalau perlu pabrik miras oplosan yang ada di Kendal ini ditutup. Karena miras oplosan ini bisa menimbulkan korban jiwa,” jelas Ubaidilah. (bud/bas)