Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK dengan Metode Group Investigation

312
Oleh : Ely Rahayu, SP
Oleh : Ely Rahayu, SP

RADARSEMARANG.COM – Salah satu keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menyampaikan materi.Tidak semua guru dapat menyampaikan materi dengan baik dan tepat. Hal ini disebabkan tingkat keterampilan masing-masing guru berbeda.

Bagi guru yang mampu membuat variasi pembelajaran dengan baik, maka guru dapat menyampaikan materi dengan optimal yaitu sesuai dengan kebutuhan siswa. Suasana belajar 3D (duduk, diam, dengar) sudah tak lagi sesuai dengan tuntutan belajar siswa zaman now Suasana pembelajaran yang diharapkan siswa adalah 3B (berpikir, bergerak dan bergembira) sehingga belajar dalam waktu yang cukup lama pun tidak akan merasa bosan. Sesuai kurikulum 2013, dalam proses pembelajaran siswa harus diberi ruang dan waktu untuk menuangkan ide-idenya secara mandiri dan guru menjadi fasilitator.

Peran guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, menuntut guru harus kreatif dalam membuat skenario pembelajaran. Banyak model dan metode pembelajaran yang dapat dipilih dan diterapkan. Model, metode pembelajaran yang digunakan harus disesuaikan dengan karakter siswa dan materi yang akan dipelajari, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan tercipta suasana 3B yang asyik.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu group investigation (GI). Langkah-langkah dalam menerapkannya diawali dengan guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok heterogen, memberi petunjuk kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Selanjutnya setiap ketua kelompok dipanggil untuk memperoleh tugas kelompoknya dan menyelesaikan tugas dengan berdiskusi bersama teman sekelompoknya. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan guru memberikan penjelasan singkat dari materi yang belum dipahami siswa diakhiri dengan evaluasi.

Metode ini merupakan model pembelajaran kooperatif dan aktif, selama proses pembelajaran siswa bekerja sama dengan teman satu kelompoknya menyelesaikan tugas. Dan setiap kelompok menyelesaikan tugas yang berbeda dengan kelompok lainnya. Selama menyelesaikan tugas tersebut, siswa dapat menggunakan media berupa benda-benda atau produk agar membantu memudahkan siswa dalam memahami materi yang dipelajari.

Dari hasil penelitian tidakan kelas yang telah dilakukan di SMK Negeri 1 Salam, metode group investigation (GI) ini dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa dalam memahami materi mata pelajaran Kewirausahaan. Sebelum menggunakan metode ini, hasil ulangan harian siswa yang tuntas di atas kriteria ketuntasan belajar hanya 50 persen dengan rata-rata nilai 75,78. Setelah menerapkan  metode ini, pada siklus I dengan menggunakan bahan presentasi kertas asturo, hasil ulangan harian mengalami peningkatan yaitu nilai rata-rata naik menjadi 86,25. Pada pertemuan selanjutnya di siklus II metode ini diterapkan dengan bantuan media berupa benda atau produk, dan nilai rata-rata ulangan harian semakin meningkat menjadi 90,83.

Selain hasil belajar meningkat, metode ini juga meningkatkan kerjasama antarsiswa, baik dalam kelompok maupun antarkelompok. Selama proses pembelajaran siswa berinteraksi dengan teman dalam kelompoknya untuk menyelesaikan tugas sebaik-baiknya agar saat dipresentasikan maka kelompok lain bisa memahaminya. Pada proses ini akan muncul dan tumbuh sikap lain yang positif seperti menghargai pendapat orang lain, membantu teman yang mengalami kesulitan, mengambil keputusan terbaik yang disepakati dan membagi tugas sesuai kemampuannya masing-masing serta mampu menggunakan waktu sebaik mungkin.

Metode ini akan lebih menarik lagi apabila ada reward yang diberikan oleh guru ketika proses pembelajaran. Reward ini dapat berupa penambahan nilai maupun hadiah yang mendidik. Misalkan untuk kelompok yang paling cepat menyelesaikan tugasnya, kelompok yang paling semangat, kelompok yang paling kompak diberi hadiah pulpen atau spidol. Dengan demikian maka siswa akan berkompetisi untuk memperoleh reward tersebut. Reward tak harus bernilai mahal, yang penting bermanfaat dan menjadi kebanggaan siswa dapat meraihnya.

Setiap model dan metode pastilah ada kelemahannya. Namun sebagai fasilitator yang baik, guru harus dapat meminimalisir kelemahan tersebut dengan menuangkan ide-ide kreatifnya demi peningkatan prestasi belajar siswa.

Guru SMK Negeri 1 Salam Magelang