Korban Penganiayaan Datangi Polres

426
KORBAN : Tiga warga korban dugaan penganiayaan mendatangi Polres Demak untuk menanyakan perkembangan kasus yang menimpanya. (Wahib Pribadi/radar semarang)
KORBAN : Tiga warga korban dugaan penganiayaan mendatangi Polres Demak untuk menanyakan perkembangan kasus yang menimpanya. (Wahib Pribadi/radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Korban penganiayaan kembali mendatangi Polres Demak. Mereka menanyakan perkembangan penanganan kasus yang menimpanya tersebut. Seperti diketahui, aksi dugaan tindak pidana pengeroyokan menimpa tiga warga. Yaitu, Abdullah Hasan, 27, dan Sobirin, 51, warga Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung serta Ahmad Saefudin, 28, warga Kedungmalang, Jepara. Mereka dipukuli sekelompok massa di areal pertambakan di wilayah Desa Tedunan, Kecamatan Wedung. Tidak terima dengan kejadian itu, mereka kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

Salah satu korban pemukulan, Abdullah Hasan mengatakan, kejadian bermula ketika siang hari sekitar pukul 11.00, korban dan teman-temannya hendak istirahat setelah bekerja sejak pagi. Saat itupula, Hasan mendengar  ada keributan di gudang penampungan garam di dekat tambak.

Massa terlihat mau menerobos masuk ke gudang garam. Untuk mencegah hal itu, Hasan dan teman-temannya kemudian mencoba menghadang mereka di depan pintu gudang garam membentuk pagar betis.

 “Ketika itulah kita dipukuli massa. Saya ini kan hanya pekerja. Tapi mengapa kok dipukuli,”katanya di Mapolres Demak. Karena dipukuli massa, tiga korban tersebut mengalami luka memar lalu melaporkannya ke polisi untuk diusut. Dalam waktu yang sama, di Mapolres Demak berlangsung proses mediasi antarpihak yang berperkara yang diduga memicu penganiayaan terhadap pekerja gudang garam tersebut.

Meski demikian, mediasi yang dipimpin Kasatreskrim AKP Tri Agung ini mengalami kebuntuan lantaran salah satu pihak tidak hadir dalam mediasi. Sedianya mediasi dilanjutkan kemudian. (hib/lis)