Kembangkan Potensi Wisata Religi

146
ZIARAH: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat berziarah di Waliyullah Ki Gede Penatas Angin di Desa Pungangan Doro. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ZIARAH: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat berziarah di Waliyullah Ki Gede Penatas Angin di Desa Pungangan Doro. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Untuk mendongkrak ekonomi lokal, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan pemerintah dan masyarakat bisa terus menggali potensi ekonomi yang ada di sekitar desa setempat.

Salah satunya adalah sektor wisata religi. Bupati mencontohkan wisata religi yang ada di Dusun Kopeng Desa Pungangan Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, yakni dengan adanya makam Waliyullah Ki Gede Penatas Angin seharusnya bisa dikembangkan lagi.

Maklum saja, lokasi makam berada di area yang cukup luas di kawasan hutan dan perkebunan karet, yang tidak jauh dari pemukiman warga di Dusun Kopeng. Tersedia area parkir yang luas, untuk menampung kendaraan kecil seperti angkudes/angkot, mobil pribadi maupun kendaraan bak terbuka.

Untuk saat ini kendaraan besar belum bisa masuk, karena akses jalan dan jembatan yang sempit, terutama saat menikung setelah melewati jembatan yang menjadi pintu masuk area pemakaman hingga tikungan depan masjid Dusun Kopeng.

Bupati Asip juga mengatakan peningkatan infrastruktur itu bertujuan untuk memelihara peninggalan para leluhur, memperkuat destinasi wisata ziarah yang sudah ada, dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Apabila memungkinkan dapat ditingkatkan lebih lanjut dari berbagai aspek, seperti meningkatkan akses jalan, jembatan, penerangan. Hal ini perlu dilakukan mengingat jumlah peziarah atau pengunjungnya dari waktu ke waktu semakin banyak terutama setiap hari Jumat, bahkan ada yang datang dari luar pulau seperti Madura dan sebagainya,” ungkap Bupati Asip.

Menurutnya jika dikelola dengan bagus, akan banyak mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga masyarakat sekitar, lengkapi fasilitas umum seperti  penyediaan warung, parkir, yang dikelola oleh pemuda, LMDH, Pokdarwis yang tentu saja harus bekerjasama dengan perhutani dan PT Perkebunan (PTP) karena situs ini berada di kawasan perkebunan karet dan kawasan hutan.

“Dari sisi historis, situs makam Ki Gede Penatas Angin merupakan salah satu kunci awal sejarah masuknya pertumbuhan dan penyebaran Islam di wilayah Kabupaten Pekalongan, sehingga dapat disebut sebagai kutub atau mercusuar perkembangan Islam di Kabupaten Pekalongan. Di wilayah Kabupaten Pekalongan terdapat empat kutub pesebaran agama Islam, meliputi Syekh Wali Agung Rogoselo di Desa Rogoselo dan Waliyullah Ki Gede Penatas Angin di Desa Pungangan Doro, Mbah Wali Tanduran di Paninggaran, Mbah Wali Ambariyah di Desa Bukur Bojong dan Sayyid Abu Bakar di Kayugeritan Karanganyar”, kata Bupati Asip. (thd/bas)