Jaka Tarub dan 7 Bidadari Akan Ingatkan Kembali Kebhinekaan Indonesia

125

Berawal dari kegelisahan Harry De Fretes (Sutradara), Sari (Eksekutif Produser) dan Wahyu (Produser Langitpitu) tentang gonjang-ganjing kondisi Indonesia terkini, tercetuslah ide membuat pagelaran seni. Dengan harap, pentas teater tersebut dapat memberikan angin segar di tengah gonjang-ganjing Indonesia saat ini.

“Idenya dari keresahan politik, kita lupa sama seni budaya kita, seni tari, musik, drama, teater, yuk kita bikin sesuatu tapi judulnya apa. Kemudian, Mas Wahyu menawarkan saya jadi sutradara, saya minta waktu. Kami ingin membuat sesuatu yang bermutu dan bisa ditonton sama semua kalangan,” papar Harry De Fretes di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (17/5).

Sutradara, produser hingga pemain teater Langit 7 Bidadari.
(Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Akhirnya, terlintaslah ide untuk mengangkat mitologi Jaka Tarub, legenda dari tanah Jawa. Nantinya, kisah Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari akan digarap secara progresif dan improvisasi modern dengan menggabungkan beberapa unsur seni.

“Nanti di panggung akan ada tari, nyanyi, dan drama. Script-nya akan dibuat longgar jadi pemain bisa improvisasi agar nggak terlalu serius,” lanjutnya.

Komedian Lenong Rumpi tersebut sengaja memilih tanggal 1 Juni sebagai tanggal pentas karena bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila. Karenanya, isu yang disampaikan pun menyangkut kebhinekaan Indonesia.

“Salah satu yang disuarakan memang kebhinekaaan sesuai dengan hari kesaktian Pancasila. Jadi dari berbagai suku bangsa, kepercayaan agama dan seni budaya yang beragam tapi kita satu bingkai. Itu nanti yang kita suarakan,” tukasnya.

Nantinya, pementasan tersebut akan mengajak sederet seniman tanah air. Di antaranya, Uyung dari Mahagenta, Benny Krisnawardi yang akan mengkolaborasikan tarian dari Indonesia, serta para artis seperti Samuel Rizal, Jajang C Noor, Indi Barends, Sofia Latjuba, Ersa Mayori, Ariel Tatum, Ririn, Kezia Waraouw, dan Sarwendah.


(yln/JPC)