Ibu Berperan Cegah Paham Radikalisme

305
BENTENG RADIKAL : Cawagub Jateng, Ida Faziyah saat memberikan ceramah dalam pengajian di Ponpes Miftahul Huda, Pegadan, Kecamatan Wonopringgo, Pekalongan. (ISTIMEWA)
BENTENG RADIKAL : Cawagub Jateng, Ida Faziyah saat memberikan ceramah dalam pengajian di Ponpes Miftahul Huda, Pegadan, Kecamatan Wonopringgo, Pekalongan. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN-Sosok ibu memiliki peran penting dalam mencegah paham radikalisme. Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah mengatakan bahwa sosok ibu menjadi tempat bertanya para putra-putrinya.

“Misal anak-anak bertanya, meledakkan bom itu jihad atau bukan? Ibunya mengatakan bukan, maka tidak akan terjadi adanya kejadian-kejadian satu keluarga melakukan aksi bom,” ujar Ida saat memberikan ceramah dalam pengajian di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda, Pegadan, Kecamatan Wonopringgo, Pekalongan.

Pengajian rutin tiap pekan itu diikuti ratusan kaum perempuan dari masyarakat sekitar ponpes. “Kalau bapaknya radikal, ibunya lurus-lurus saja, dan bisa mengingatkan bapak maupun anak-anaknya, maka akan selamat dari paham-paham itu,” kata Ida.

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menegaskan bahwa sangat penting membangun sebuah keluarga yang maslahat, yakni tidak sekadar sakinah, mawaddah, wa rahmah. Lebih dari itu, memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. “Jika keluarga maslahah, akan berimbas pada lingkungan sekitar. Kemudian berlanjut ke lingkup yang lebih luas lagi, yakni negara Indonesia ini,” tuturnya.

Mantan Ketua Umum Fatayat ini mengakui, seorang ibu atau istri harus patuh pada suami. Hanya saja, menurut Ida, perintah itu tidak wajib diikuti jika perintahnya adalah mengajak pada hal-hal yang tidak baik. “Semua memang berkewajiban menyampaikan amar makruf nahi munkar, yakni mengajak yang baik dan mencegah kemungkaran. Namun, semua itu harus disampaikan dengan makruf atau cara baik pula,” terangnya.

Ida pun menegaskan, aksi pelaku teror yang melibatkan istri dan anak-anaknya tersebut merupakan tindakan biadab. “Manusia tidak seperti itu. Itu juga bukan ajaran Islam. Agama Islam tidak seperti itu,” tegasnya.

Pendamping Sudirman Said dalam Pilgub Jateng ini menyatakan negara Indonesia ini terbangun dari keberagaman. “Satu dengan yang lain harus saling menghormati meski berbeda agama,” tambahnya.

Pengasuh Ponpes Miftahul Huda, Pegadan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan Ny Hj Maryam juga menyatakan pentingnya membangun keluarga maslahah. “Jadi tidak hanya menjadi baik untuk keluarganya sendiri, namun juga lingkungannya,” imbuhnya. (fth/ida)