Dewan Minta PDAM Dievaluasi Total

Krisis Air Bersih

196

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang dievaluasi secara menyeluruh. Menyusul terjadinya krisis air bersih di wilayah timur Kota Semarang, yang menyebabkan 50 ribu pelanggan terkena dampak.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, menyatakan bahwa kondisi tersebut menjadi masalah serius apabila tidak ditangani secara konkrit. Apalagi saat ini memasuki musim kemarau. Jangan sampai fenomena kekeringan atau krisis air bersih meluas di sejumlah wilayah di Kota Semarang lainnya.

“Berdasarkan pengecekan yang kami lakukan di waduk receiver di Kudu, terdapat sedimentasi yang cukup parah. Seharusnya memiliki kedalaman empat meter, saat ini hanya tersisa kurang lebih dua meter akibat sedimentasi. Artinya, sangat minim perawatan,” kata Joko Santoso, Rabu (16/5).

Dikatakannya, melihat laporan Kabag Produksi 1 di IPA Kudu, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi secara menyeluruh. Termasuk instalasi yang minim perawatan dan pembenahan. Ini akan memicu gagalnya pelayanan. Minimnya ketersediaan air bersih di Kota Semarang menyebabkan terjadi krisis air bersih. Jika tidak segera ditangani, tentunya kinerja jajaran PDAM Kota Semarang saat ini perlu dipertanyakan.

“Banyaknya aduan, keluhan yang disampaikan masyarakat sudah cukup bukti bahwa PDAM Kota Semarang diperlukan langkah konkrit untuk mengatasi persoalan tersebut,” katanya.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PDAM Kota Semarang M Farchan menyatakan siap menambah armada sebanyak 10 unit truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih. “Saat ini, kami hanya memiliki delapan unit truk tangki yang dipakai untuk melayani distribusi air bersih kepada masyarakat yang kekurangan pasokan air bersih,” katanya.

Setiap unit truk tangki beroperasi setiap harinya mengirim sebanyak enam rit dengan kapasitas sebesar 5.000 liter air bersih setiap rit. “Memang masih kurang. Makanya, kami akan tambah lagi 10 unit truk tangki,” katanya.

Truk truk tersebut meminjam dari PDAM daerah sekitar Kota Semarang, seperti PDAM Kabupaten Semarang dan Kendal. “Kami meminjam armada truk tangki untuk memperlancar distribusi air bersih terhadap masyarakat di daerah-daerah yang masih kesulitan air bersih,” katanya.

Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Kota Semarang, Joko Sancoyo menambahkan sekarang ini pihaknya masih memetakan daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih. “Pemetaan sementara, di kawasan Bukit Kencana Jaya (BKJ), Sinar Waluyo, dan Ketileng. Kalau di Deliksari sudah aman karena pasokan airnya dari Gunungpati, tidak ada masalah,” katanya.

Ia menyebutkan tiga titik yang disiapkan untuk menyuplai truk tangki, yakni Terminal Air di PDAM Kota Semarang di Kelud, Reservoir Gajahmungkur, dan Bak Pelepas Tekan (BPT) Gombel. (amu/ida)