Bupati Bakal Selipkan Pendidikan Akidah

156
PENDIDIKAN AKIDAH: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, berfoto bersama peserta FGD Refleksi Sistem Managemen dan Mutu Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENDIDIKAN AKIDAH: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, berfoto bersama peserta FGD Refleksi Sistem Managemen dan Mutu Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi berharap agar sistem pendidikan di Kabupaten Pekalongan juga mengedepankan nilai-nilai agama. Dengan harapan selain bisa menghasilkan prestasi akademik yang membanggakan, pendidikan di Kabupaten Pekalongan juga bisa menelurkan pribadi-pribadi dengan akhlak mulia.

Untuk mewujudkan hal itu, bupati berwacana untuk menerapkan pengamalan akidah di sekolah-sekolah negeri agar anak-anak didik di sekolah negeri tidak hanya mengenal pendidikan formal saja, tetapi juga baik secara akhlak

Hal itu diungkapkan Bupati Asip dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Refleksi Sistem Manajemen dan Mutu Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama dan Pelantikan Pengurus Cabang Guru NU (Pergunu) yang digelar di Gedung NU Kedungwuni Kabupaten Pekalongan kemarin.

“Mari kita kuatkan wajah pendidikan Kabupaten Pekalongan dengan nilai-nilai Religius. Kita kuatkan akidah anak-anak kita dan kalau perlu mulai di tingkat PAUD. Inilah yang sedang saya godok, kalau sudah setuju semua maka ini juga akan saya launching penguatan akidah untuk diajarkan di Sekolah Negeri,” ucap Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa hal yang tak kalah pentingnya, adalah bagaimana memajukan pendidikan di Kabupaten Pekalongan secara keseluruhan. Karena saat ini guru terlalu banyak mengajar tetapi lupa mendidik, terlalu banyak kalimat verbal tetapi miskin uswah atau pelajaran tingkah laku.

Menurutnya saat ini ada 4 hambatan yang diyakini menjadi penyebab  kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan belum memuaskan, yakni adanya perbedaan antara sekolah negeri dan swasta. Kedua, kesenjangan geografis menjadi salah satu penyebab karena sekolah di daerah atas perlu mendapat perhatian khusus. Hambatan ketiga adalah distribusi guru yang tidak merata, dan yang terakhir fasilitas yang harus mendapat perhatian khusus.

“Ayo bahu membahu dalam rangka memerangi empat persoalan mendasar, yang kami yakini menjadi hambatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan yang belum memuaskan,” tegas Bupati Asip. (thd/bas)