33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

160 Ribu Warga Belum Terlindungi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jaminan Kesehatan bagi masyarakat Kota Semarang melalui program Universal Health Coverage (UHC) hingga saat ini belum sepenuhnya melindungi warga yang berhak. Sedikitnya masih ada 10 persen dari total jumlah penduduk di Kota Semarang atau kurang lebih 160 ribu warga di 177 kelurahan di Kota Semarang, belum terdaftar sebagai peserta program unggulan ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Widoyono mengakui hingga kini masih cukup banyak warga Kota Semarang yang belum terlindungi program kesehatan gratis ini. Sebab mengapa masih banyak warga belum terdaftar di antaranya karena kesadaran warga untuk mengurus jaminan kesehatan melalui UHC ini masih minim.

“Banyak warga cenderung menunggu, baru mendaftar UHC ketika sakit. Saat ini, masih ada 10 persen atau 160.000 warga yang tersebar di 177 kelurahan di Kota Semarang belum ter-cover UHC,” kata Widoyono, kemarin.

Pihaknya mendorong camat dan lurah di Kota Semarang untuk turut meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. “Kami minta warga berperan aktif untuk mendaftar layanan berobat gratis ini. Masih banyak warga baru mendaftar ketika sakit,” katanya.

Mendaftar ketika sakit pun sebetulnya bisa langsung dijamin UHC. Namun perlu untuk mengantisipasi kendala-kendala keterlambatan penanganan kesehatan. “Kalau belum terdaftar, tentunya repot karena butuh waktu mengurus administrasi,” katanya.

Program UHC memang disediakan oleh Pemkot Semarang untuk melayani kesehatan gratis bagi warga asli Kota Semarang yang belum memiliki jaminan kesehatan. Ruang rawat inap yang disediakan adalah kelas III di semua rumah sakit di Kota Semarang. “Ketersediaan kamar inap kelas III saat ini masih terpenuhi. Pemkot Semarang juga akan terus menambah jumlah kamar inap dan jumlah rumah sakit yang diperuntukkan layanan UHC,” terangnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan. “Sebuah kota yang hebat harus mampu menyelesaikan dua masalah fundamental yakni masalah kesehatan dan pendidikan. Kalau kedua masalah itu tidak bisa ditangani, maka pembangunan sebagus apapun tidak akan bertahan lama,” katanya.

Saat ini, Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi berkomitmen mengalokasikan 10 persen APBD Kota Semarang untuk kesehatan. “Pelayanan Dinas Kesehatan sudah seharusnya jemput bola agar warga terlayani secara maksimal,” katanya. (amu/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

CSR Sesuai Program Pemkab

RADARSEMARANG.COM, BATANG– Pemerintah Kabupaten Batang berharap ada sinergi antar perusahaan dengan program visi misi Pemkab Batang yang sudah diterapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah...

Open Data Diyakini Cegah Penyimpangan

WONOSOBO–Pemkab Wonosobo intens menyosialisasikan program open data berbasis online dan offline bagi penyelenggaraan keuangan pemerintahan desa. Program ini diyakini memiliki kontrol cukup efektif untuk...

Berharap Progres Positif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Laga uji coba akan kembali dilakoni tim PSIS Semarang sebelum turun di ajang Liga 1 musim 2018. Kali ini tim berjuluk...

Kuota Haji Semarang Diperkirakan 2.000 Orang

SEMARANG — Kuota haji Kota Semarang 2017 mendatang diperkirakan mencapai 2.000 lebih calon haji (calhaj). Jumlah itu meningkat signifikan dibanding kuota haji 2016 yang...

Awas, Tiga Daerah Rawan Kecelakaan

MAGELANG – Sebanyak 467 personel dari unsur Polri dan TNI serta instansi terkait siap mengamankan arus mudik yang melintasi Kota Magelang mulai H-7 hingga...

BPJS Kesehatan Gelar Pemeriksaan Papsmear

SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan KCU Kota Semarang menggelar pemeriksaan pap smear di 14 pabrik. Pemeriksaan ini menyasar para karyawati, bebas...