Puluhan Siswa Pilih Tidak Diwisuda

355
PROSESI WISUDA : Kepala SMK Negeri 1 Salam Sugiarto STP MMPd mengalungkan samir saat prosesi wisuda siswa lulusan tahun pelajaran 2017/2018. (IST)
PROSESI WISUDA : Kepala SMK Negeri 1 Salam Sugiarto STP MMPd mengalungkan samir saat prosesi wisuda siswa lulusan tahun pelajaran 2017/2018. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Lebih dari 50 siswa lulusan SMK Negeri 1 Salam memilih tidak ikut hadir dalam acara wisuda siswa tahun ini. Mereka tidak hadir dalam wisuda karena sudah diterima bekerja usai ujian dan tidak memperoleh izin untuk meninggalkan pekerjaannya. Total ada 394 siswa yang diwisuda oleh sekolah yang melayani secara khusus kepada peserta didik dalam bidang Agribisnis atau pertanian ini.

“Sebanyak 57,09 persen lulusan tahun ini sudah diterima bekerja di berbagai perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri. (Sebanyak) 7,87 persen melanjutkan studi atau kuliah. Sedangkan sisanya belum memberikan laporan ke sekolah,” tutur Kepala SMK Negeri 1 Salam Sugiarto STP MMPd.

Dari lulusan yang sudah diterima bekerja tersebut, sebanyak 36 siswa diterima di Malaysia dan 5 siswa menyusul kakak kelasnya ke Jepang. Adapun industri atau perusahaan mitra yang menerima lulusan SMK Negeri Salam tersebar di berbagai daerah, seperti Tangerang, Jakarta, Bekasi, Karawang, Bandung, Cirebon, Semarang, Jogjakarta, Sragen, Sukoharjo dan sebagian Jawa Timur.

Terpisah, Staf Pengelola kantor Bursa Kerja Khusus (BKK), Sarwiji menjelaskan, seusai ujian sekolah, setiap hari kantornya dipadati siswa calon pencari kerja. Tidak sampai 6 bulan kemungkinan semua lulusan akan tersalurkan atau terserap ke dunia kerja. “Asalkan orangtua juga mendukung, sebab tidak sedikit orangtua siswa kadang tidak mengizinkan anaknya bekerja di luar daerah. Sedangkan yang berminat ke luar negeri sebenarnya juga sangat terbuka, hanya kendalanya adalah masalah umur ketika siswa lulus yang belum genap 18 tahun.” (*/ton)