Prihatin Aksi Bom, Salatiga Gelar Doa Bersama

351
UNTUK NEGERI : Ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam GSKS menggelar doa bersama di bundaran Tamansari, sebagai wujud keprihatinan dan penolakan terhadap aksi radikalisme bom bunuh diri di Surabaya. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)
UNTUK NEGERI : Ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam GSKS menggelar doa bersama di bundaran Tamansari, sebagai wujud keprihatinan dan penolakan terhadap aksi radikalisme bom bunuh diri di Surabaya. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sebagai wujud keprihatinan dan penolakan terhadap aksi radikalisme bom bunuh diri di Surabaya yang terjadi beberapa hari yang lalu, ratusan warga dari sejumlah elemen masyarakat dan juga umat beragama di Kota Salatiga yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Kemanusiaan Salatiga (GSKS) menggelar doa bersama di Bundaran Tamansari, Kota Salatiga Senin (14/5) mulai pukul 19.30.

Aksi yang diwarnai dengan penyalaan lilin tersebut dihadiri oleh Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan, Dandim 0714 Salatiga Letkol Prayogha  Erawan, para pemuka agama serta ratusan masyarakat Kota Salatiga.

Yuliyanto menegaskan kembali bahwa Kota Salatiga menolak kekerasan dan radikalisme. “Saya sampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai ormas yang hadir karena telah menjaga jalinan kesetiakawanan ini. Kita semua sepakat bahwa kita menolak berbagai bentuk kekerasan dan radikalisme,” ungkap wali kota.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres serta Dandim. Keduanya sepakat dengan pernyataan Walikota agar persatuan dan toleransi yang selama ini terjalin senantiasa terjaga. Keduanya juga mengajak masyarakat Kota Salatiga untuk memilah pemberitaan agar terhindar dari pengaruh negatif hoax atau berita bohong.

Dalam aksi tersebut, para peserta juga menyanyikan lagu-lagu penggugah nasionalisme seperti Indonesia Raya, Gugur Bunga dan menyimak pembacaan puisi tentang penolakan terhadap radikalisme.

Sementara, Gus Hanif  (Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro) mewakili seluruh lapisan masyarakat membacakan Ikrar masyarakat Salatiga dan sekitarnya. “Kami atas nama seluruh lapisan masyarakat Salatiga dan sekitarnya menolak segala bentuk kekerasan dan terorisme memberikan dukungan penuh terhadap pemerinta TNI dan Polri untuk menindak tegas aksi kekerasan dan terorisme di bumi Indonesia,” tegasnya. (sas/zal)