Oktober, PLTSa Beroperasi

302

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Satu dari dua program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang saat ini telah memasuki tahap akhir. Ditargetkan, PLTSa Gas Metana yang nantinya memproduksi listrik sebesar 0,8 megawatt ini bisa dioperasionalkan Oktober mendatang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan  PLTSa Gas Metana dibangun di TPA Jatibarang, Desa Bambangkerep, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, dikerjakan oleh kontraktor dari Malaysia. “Targetnya Oktober 2018 ini pembangkit tersebut sudah beroperasi,” kata Gunawan, kemarin.

Dikatakannya, pembangunan PLTSa ini menggunakan anggaran bantuan dari Dermark Rp 45 miliar. Lahannya disediakan oleh Pemkot Semarang senilai Rp 9 miliar. “Di area tersebut juga dibangun gas zona baru yang merupakan bantuan dari Kementerian PUPR senilai Rp 18 miliar,” katanya.

Mesin pembangkit listrik didatangkan dari Spanyol berkapasitas 0,8 megawatt. “Mesin tersebut akan tiba di semarang pada Juni mendatang dan langsung dipasang di pembangkit listrik. Saat ini dalam proses penutupan membran,” katanya.

Sedangkan satu PLTSa lagi masih dalam proses kajian Feasibility Study (FS) atau kelayakan. Selain PLTSa Gas Metana, Pemkot juga akan membangun satu PLTSa baru dengan teknologi insenerator berkapasitas 12 megawatt. Diperkirakan Oktober-November mendatang proses lelang.

Pembangunan akan dilakukan secara multiyears mulai Januari 2019, selesai 2020. Dijelaskannya, ada perbedaan dari kedua PLTSa ini. Untuk PLTSa Gas Metana hanya mengambil Gas Metana yang diperoleh dari timbunan sampah TPA Jatibarang. Sedangkan PLTSa dengan teknologi Insenerator nantinya akan membakar sampah menjadi listrik berkapasitas 12 megawatt.

“Pengelolaan kedua PLTSa ini nantinya kami serahkan ke Holding Company BUMD milik Pemkot Semarang, yakni PT Bumi Pandanaran Sejahtera,” katanya.

Sedangkan untuk penjualan listriknya diserahkan ke PLN. Dia berharap, adanya dua PLTSa ini nantinya mampu mengurangi sampah. Produksi sampah di Kota Semarang saat ini 1.200 ton per hari. 80 persen di antaranya masuk ke TPA Jatibarang. Sisanya masuk di bank sampah dan sebagian telah didaur ulang.

“Produksi sampah yang cukup besar ini kedepan bisa diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi warga Kota Semarang,” katanya. (amu/zal)